Dari BI ke Wamenkeu, Juda Agung Perkuat Mesin Fiskal
- Juda Agung resmi jadi Wamenkeu. Ekonom senior eks BI dan IMF ini disebut bukan pilihan mendadak, melainkan bagian strategi penguatan kebijakan ekonomi.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Ekonom senior Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis, 5 Februari 2026. Penunjukan figur dengan pengalaman panjang di sektor kebijakan ekonomi ini dinilai bukan keputusan mendadak, melainkan bagian dari penguatan struktur ekonomi nasional.
Juda menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Thomas Djiwandono, yang kini menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Menanggapi anggapan bahwa pelantikannya terjadi tiba-tiba, Juda menegaskan proses tersebut telah melalui tahapan panjang. “Cukup jauh-jauh hari, bukan mendadak,” ujarnya usai pelantikan di Istana Negara. Ia juga menyebut pengunduran dirinya dari BI merupakan konsekuensi jabatan karena kewenangan BI dan Kementerian Keuangan tidak dapat dirangkap.
Rekam Jejak Teknoprat dan Pengalaman Global
Juda Agung dikenal sebagai ekonom senior dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di Bank Indonesia. Ia lahir di Pontianak dan menempuh pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), sebelum melanjutkan studi ekonomi hingga meraih gelar Master dan PhD dari University of Birmingham, Inggris.
Di BI, Juda pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter serta Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Ia juga pernah menjabat Kepala Perwakilan BI di Jawa Barat, yang memberinya pengalaman langsung dalam pengelolaan ekonomi daerah.
Selain itu, Juda memiliki rekam jejak internasional sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat periode 2017–2019. Pengalaman global ini memperkuat perspektifnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan integrasi ekonomi internasional.
Pada September 2025, ia juga dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ex-officio dari BI, yang memperluas perannya dalam pengawasan sektor jasa keuangan nasional sebelum akhirnya dilantik menjadi Wamenkeu.
Fokus Tugas dan Arah Kebijakan Ekonomi
Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung memiliki tugas utama memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, sekaligus memastikan strategi ekonomi pemerintah berjalan selaras dengan target pertumbuhan nasional.
Ia menyebut arahan Presiden Prabowo menitikberatkan pada sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas keuangan.
Pelantikan Juda Agung juga menandai upaya pemerintah mengisi posisi strategis yang berkaitan langsung dengan perumusan kebijakan fiskal nasional. Dengan pengalaman teknokratis di BI, IMF, dan OJK, kehadirannya di Kementerian Keuangan diharapkan memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi lintas lembaga serta mempercepat implementasi agenda pembangunan ekonomi pemerintah.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
