Riset Ungkap Sumber Karbohidrat Ini Bisa Perpanjang Umur
- Sejumlah penelitian justru menunjukkan konsumsi karbohidrat dapat memperpanjang usia tanpa gangguan kesehatan serius.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Karbohidrat seringkali dipandang negatif di kalangan pecinta gaya hidup sehat. Selama bertahun-tahun, banyak orang mempromosikan pola makan rendah karbohidrat bahkan tanpa karbohidrat demi menurunkan berat badan, sambil memuji asupan protein dan lemak sehat.
Namun, tidak semua karbohidrat buruk bagi bagi tubuh. Sejumlah penelitian justru menunjukkan konsumsi karbohidrat dapat memperpanjang usia tanpa gangguan kesehatan serius.
Dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open, para peneliti berupaya mengetahui apakah asupan karbohidrat pada usia paruh baya berkaitan dengan proses penuaan yang sehat, khususnya terkait penyakit kronis, fungsi fisik dan kognitif, serta kesehatan mental.
Dilansir dari Prevention, para peneliti menganalisis data dari 47.513 wanita yang mengisi kuesioner Nurses' Health Study antara tahun 1984 dan 2016, termasuk peserta yang berusia kurang dari 60 tahun pada tahun 1984.
Para ilmuwan menganalisis data tentang asupan makanan setiap peserta, mengevaluasi jenis dan jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi, termasuk karbohidrat olahan, berkualitas tinggi (tidak olahan), dan yang berasal dari biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
Mereka meneliti data tersebut dengan menggunakan konsep “penuaan sehat,” yang mereka artikan sebagai mampu bertahan hidup hingga usia 70 tahun, bebas dari 11 penyakit kronis utama, tidak mengalami gangguan daya ingat maupun fungsi fisik, dan memiliki kondisi kesehatan mental yang baik.
Hasil penelitian menunjukkan, wanita yang mengonsumsi karbohidrat berkualitas tinggi dalam jumlah paling banyak pada usia paruh baya memiliki peluang hingga 37% lebih besar untuk memenuhi kriteria penuaan sehat ini. Sebaliknya, konsumsi karbohidrat olahan justru menurunkan kemungkinan mengalami penuaan sehat sebesar 13%.

Para peneliti menyimpulkan bahwa asupan serat, karbohidrat berkualitas tinggi, dan karbohidrat olahan memiliki pengaruh yang penting dan terukur pada status kesehatan secara keseluruhan pada usia lanjut.
Lalu, apa yang dimaksud dengan karbohidrat berkualitas tinggi dan karbohidrat olahan? Studi tersebut mendefinisikan karbohidrat berkualitas tinggi sebagai karbohidrat kompleks yang berasal dari biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
Para ahli menyebutkan karbohidrat ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi tubuh, sekaligus membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, mendukung fungsi otak, dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Sementara, ketika membahas karbohidrat olahan, studi tersebut merujuk pada karbohidrat yang berasal dari makanan olahan seperti roti, pasta, nasi putih, pizza, kue kering, soda, gula tambahan, roti gulung, dan kue. Hal ini terjadi karena proses pengolahan menjadi makanan yang mudah disimpan dan lebih enak, tetapi mengandung lebih banyak gula dan pati.
Para peneliti menyoroti adanya perbedaan antara kedua jenis karbohidrat tersebut. Karbohidrat olahan umumnya tinggi kandungan gula dan pati, namun minim nutrisi, sementara karbohidrat berkualitas tinggi mendukung fungsi tubuh tetap optimal, membantu menekan peradangan, serta memberikan beragam manfaat kesehatan dalam jangka panjang.
“Karbohidrat yang diproses mengandung banyak kalori kosong yang tidak memberikan manfaat nutrisi, sementara karbohidrat berkualitas tinggi seperti yang ditemukan dalam sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh penuh dengan vitamin, mineral, dan serat,” kata ahli gizi, Julie Smith, R.D.
Selain itu, karbohidrat berkualitas tinggi menawarkan berbagai manfaat, mulai dari menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga membantu mengendalikan kadar gula darah. Seluruh manfaat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh yang membantu perpanjangan usia.

Distika Safara Setianda
Editor
