Tren Leisure

Retrorika Coffee: Kafe Eco Friendly di Kota Batu dengan Nuansa Vintage

  • Retrorika Coffee menghadirkan suasana yang khas dan menarik dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang umumnya dianggap sebagai sampah oleh orang awam. Sampah tersebut diolah kembali sehingga memiliki nilai dan fungsi yang lebih tinggi.
Berbagai tanaman seperti sukulen dan kaktus dipadukan dengan aneka benda antik, mulai dari telepon dan mesin ketik lawas hingga televisi bekas di sudut Retrorika.
Berbagai tanaman seperti sukulen dan kaktus dipadukan dengan aneka benda antik, mulai dari telepon dan mesin ketik lawas hingga televisi bekas di sudut Retrorika. (instagram.com/lukaswijanarko)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Mau cari kuliner dengan harga ramah kantong dengan suasana unik? Tenang saja, karena terdapat sebuah kafe yang menjual menu makanan dengan harga murah mulai dari Rp5.000 hingga Rp40.000. 

Di salah satu sudut kota Batu, di sana terdapat kafe ramah lingkungan bernama Retrorika Coffee Bar & Resto. Menu makanan yang disuguhkan di kafe ini adalah makanan tradisional yang semua makanan dimasak fresh.

Kafe ini menghadirkan suasana yang khas dan menarik dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang umumnya dianggap sebagai sampah oleh orang awam. Melalui kreativitas, sampah tersebut diolah kembali sehingga memiliki nilai dan fungsi yang lebih tinggi.

Swiss Winnasis, pemilik Retrorika yang juga aktif dalam konservasi dan pelestarian alam, menggagas ide untuk menyulap green house di rumahnya menjadi sebuah kafe ramah lingkungan. Kafe ini mengusung konsep yang menonjolkan pemanfaatan barang-barang daur ulang sebagai dekorasi di hampir seluruh sudutnya.

Ide spontan tersebut kemudian diwujudkan menjadi sebuah karya yang unik. Tidak hanya mengubah green house menjadi kafe, ia juga menghadirkan nuansa vintage yang kuat. Berbagai tanaman seperti sukulen dan kaktus dipadukan dengan aneka benda antik, mulai dari telepon dan mesin ketik lawas hingga televisi, radio, roda besi bekas, serta pelat motor lama yang menghiasi hampir setiap sudut kafe.

Saat kamu menginjakkan kaki di tempat ini, kamu akan disambut nuansa vintage dari pintu dan jendela yang disusun sedemikian rupa, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Hampir seluruh pintu dan jendela kayu yang digunakan di kafe ini merupakan hasil pemanfaatan barang daur ulang.

Retrorika Coffee Bar & Resto. (instagram.com/retrorika.id)

Terletak di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, hampir 90% material interior dan eksterior yang menghiasi kafe ini berasal dari barang bekas. Bangunannya memanfaatkan kayu-kayu bekas sebagai pengganti tembok. Tempat duduk yang digunakan sebagian besar dibuat dari kayu bekas. Bahkan beberapa kursi menggunakan anyaman bambu.

Di kafe ini, televisi lawas disulap menjadi wastafel, adapun tabung LPG 3 kilogram bekas disulap menjadi kursi bar. Meski dari tabung LPG, kursi tersebut dilengkapi bantalan sehingga tetap nyaman digunakan pengunjung.

Di meja bar, terpajang berbagai perangkat elektronik zaman dulu, seperti radio, kamera, dan koper. Menariknya, benda-benda lawas tersebut juga ditawarkan untuk dijual oleh pemilik kafe bagi pengunjung yang berminat. Selain dihiasi tanaman kaktus jenis sukulen, langit-langit kafe juga dipenuhi beragam tanaman merambat.

Tak hanya itu, di dalam kafe terdapat sudut perpustakaan mini dengan buku-buku yang tersusun rapi di atas lesung bekas. Koleksi buku tersebut merupakan milik pribadi pemilik kafe.

Penerapan konsep zero waste living di kafe ini terlihat dari tidak digunakannya kemasan plastik maupun produk sekali pakai lainnya. Penggunaan tisu dibatasi hanya di area kamar mandi.

Kafe ini tidak menyediakan tisu, sedotan plastik, maupun styrofoam untuk kemasan makanan take away. Sebagai gantinya, digunakan lap kain yang bisa dicuci dan dipakai kembali, sedotan berbahan stainless, dan besek bambu sebagai pembungkus makanan.

Retrorika kini resmi menjadi bagian dari Coffee Shop Partner Malaka. Bagi pelanggan yang membeli kopi menggunakan Tumblr Malaka V1.0 di Retrorika, terdapat potongan harga sebesar 20% dan free stainless straw.

Ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pelanggan yang terbiasa membawa tumblr ke mana pun sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Melalui kerja sama dengan Malaka Project, Retrorika ingin memberikan apresiasi untuk generasi muda yang telah mendukung suistanability environment.

Selain itu, Swiss Winnasis menjelaskan sisa sampah makanan yang dihasilkan kafenya setiap hari dikumpulkan dan diolah kembali menjadi pupuk kompos. Ia juga menegaskan agar pengunjung untuk meminimalkan sisa makanan dengan menghabiskan pesanan serta memesan makanan secara bijak agar tidak terjadi food waste.