IHSG Bangkit, SMGR, BBNI, dan EXCL Masuk Saham Unggulan
- Bareksa merekomendasikan saham SMGR, BBNI, dan EXCL untuk trading hari ini seiring sentimen positif LQ45 dan rencana peningkatan investasi dana institusi.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai pilihan trading pada perdagangan hari ini, Senin 2 Februari 2026.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan sentimen positif terhadap saham-saham konstituen indeks LQ45. Pemerintah berencana menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%, dengan fokus pada saham-saham unggulan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memperkuat kredibilitas sekaligus likuiditas pasar modal Indonesia.
Untuk saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), Bareksa merekomendasikan strategi beli spekulatif pada kisaran harga Rp2.420–Rp2.460. Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), saham SMGR tercatat naik 1,24% ke level Rp2.450. Target ambil untung berada di area Rp2.530 dan Rp2.580, dengan batas stop loss di Rp2.350.
Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) direkomendasikan beli akumulatif di rentang Rp4.450–Rp4.500. Pada penutupan perdagangan 30 Januari 2026, saham BBNI menguat 1,58% ke posisi Rp4.490. Target harga dipatok di level Rp4.600 dan Rp4.650, dengan stop loss di Rp4.250.
Adapun saham PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) direkomendasikan beli spekulatif pada kisaran Rp3.280–Rp3.310. Saham EXCL tercatat naik 1,54% menjadi Rp3.300 pada perdagangan sebelumnya. Target ambil untung berada di level Rp3.400 dan Rp3.500, dengan batas risiko di Rp3.190.
Tabel Rekomendasi Saham Hari Ini
| Stock Pick (Rp) | SMGR | BBNI | EXCL |
|---|---|---|---|
| Last Price | 2.450 | 4.490 | 3.300 |
| Recommendation | Speculative Buy | Accumulative Buy | Speculative Buy |
| Entry Range | 2.420 | 4.450 | 3.280 |
| 2.460 | 4.500 | 3.310 | |
| Target Price (TP) 1 | 2.530 | 4.600 | 3.400 |
| Target Price (TP) 2 | 2.580 | 4.650 | 3.500 |
| Stop Loss | 2.350 | 4.250 | 3.190 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 30/1/2026
IHSG Masih dalam Tren Positif
Dari sisi pasar secara umum, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,18% atau naik 97 poin ke level 8.330 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia per 2 Februari 2026, IHSG bergerak di rentang 8.167 hingga 8.408 sepanjang sesi perdagangan.
Kenaikan indeks terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BBCA, TLKM, dan BMRI, yang menjadi motor utama penguatan pasar. Secara tren menengah, IHSG masih berada dalam fase naik atau uptrend, meskipun saat ini tengah mengalami koreksi teknikal. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di sekitar 9.174, indeks mengalami penurunan tajam sebelum kembali bangkit.
Kondisi tersebut mencerminkan minat beli investor yang masih kuat, khususnya di area harga bawah. Pergerakan IHSG juga dinilai masih sehat karena terus membentuk level harga yang lebih tinggi. Dalam waktu dekat, IHSG diperkirakan akan menghadapi area resistensi di level 8.525, 8.700, dan 9.174. Sementara area support berada pada kisaran 7.854–7.482.
Indikator teknikal turut menunjukkan sinyal positif, seiring munculnya peluang pemulihan jangka pendek setelah pasar berada dalam kondisi jenuh jual. Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.800–7.850, tren penguatan dinilai masih terjaga.
Rekomendasi saham SMGR, BBNI, dan EXCL dinilai mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah yang berpotensi meningkatkan aliran dana institusi ke saham-saham LQ45. Masuknya dana dari dana pensiun dan asuransi diharapkan mampu memperkuat stabilitas pasar. Dengan kondisi tersebut, peluang pergerakan saham-saham unggulan masih terbuka, terutama bagi investor dan trader jangka pendek yang menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

Ananda Astri Dianka
Editor
