Tren Pasar

Tips Investasi Saat IHSG Risk-Off: Fokus Jangka Panjang

  • Analisis Mirae Asset: IHSG turun karena sentimen sesaat, fundamental tetap kokoh. Simak tips diversifikasi dan fitur keamanan baru untuk investor saham.
IHSG Ditutup Menguat-5.jpg
Karyawan berkatifitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Tekanan berat terhadap Indeks Harga Saham Gabungan belakangan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar modal domestik. Pergerakan liar indeks saham utama tersebut sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen negatif global serta dinamika internal pasar yang terjadi secara bersamaan.

Menanggapi penurunan tajam tersebut Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto memberikan pandangan menenangkan bagi investor. Ia menilai dinamika pasar saat ini lebih mencerminkan koreksi teknikal akibat sentimen sesaat dan bukan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Kondisi pasar yang fluktuatif ini mendorong para investor untuk lebih cermat dan tenang dalam menyikapi pergerakan jangka pendek. Analis menyarankan pelaku pasar agar tidak panik berlebihan namun tetap waspada dengan strategi investasi yang lebih terukur.

1. Analisis Makro Ekonomi

Rully menjelaskan bahwa koreksi IHSG saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh reaksi risk off dari investor global. Hal ini terutama berkaitan erat dengan evaluasi MSCI terhadap aspek investability pasar modal Indonesia yang sedang menjadi sorotan.

"Tekanan tersebut mencerminkan penyesuaian portofolio jangka pendek dan mekanisme rebalancing berbasis indeks, bukan penilaian ulang terhadap fundamental ekonomi nasional," ujar Rully menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif aman dan terkendali saat ini.

Dari sisi makro ekonomi belum terlihat adanya indikasi pelemahan siklus ekonomi yang signifikan atau mengkhawatirkan di dalam negeri. Investor diimbau untuk bisa membedakan antara volatilitas pasar sesaat dengan kondisi fundamental ekonomi riil yang masih terjaga.

2. Strategi Portofolio

Senada dengan pandangan tersebut Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta memberikan tips praktis bagi investor. Menurutnya menjaga nilai aset portofolio harus menjadi fokus utama investor di tengah badai volatilitas pasar yang sedang terjadi.

Kedisiplinan tinggi dalam pengelolaan portofolio serta penerapan manajemen risiko yang ketat menjadi kunci bertahan menghadapi kondisi tersebut. Investor tidak boleh terbawa emosi sesaat melainkan harus tetap berpegang teguh pada rencana investasi awal yang telah disusun.

"Investor sebaiknya tetap berpegang pada strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan jangka panjang. Volatilitas merupakan bagian dari siklus pasar," jelas Nafan mengingatkan bahwa naik turunnya harga adalah hal wajar dalam berinvestasi saham.

3. Pentingnya Diversifikasi

Nafan menambahkan bahwa diversifikasi portofolio dapat menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menjaga stabilitas nilai aset. Dengan membagi modal ke berbagai instrumen risiko kerugian dapat diminimalisir secara signifikan ketika satu sektor sedang mengalami penurunan.

Mirae Asset Sekuritas menyediakan berbagai instrumen investasi lengkap yang dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio tersebut. Pilihan instrumen ini sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan profil risiko masing masing nasabah baik konservatif maupun agresif.

Selain saham investor juga dapat mempertimbangkan instrumen lain seperti exchange traded fund atau ETF dan obligasi pemerintah. Produk reksa dana maupun instrumen pendapatan tetap lainnya juga bisa menjadi penyeimbang risiko yang sangat baik dalam kondisi ini.

4. Keamanan Platform

Selain menjaga keamanan portofolio investasi keamanan platform transaksi juga menjadi komitmen utama manajemen Mirae Asset Sekuritas. Perusahaan menerapkan kebijakan keamanan berlapis demi melindungi data dan dana nasabah dari potensi ancaman siber yang semakin canggih saat ini.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penerapan kebijakan password atau kata sandi yang kini jauh diperketat. Masa berlaku password dibatasi hanya selama sembilan puluh hari dan ada larangan tegas untuk menggunakan ulang password lama.

Nasabah juga diwajibkan menggunakan kombinasi huruf besar dan kecil angka serta karakter khusus dalam pembuatan kata sandi. Sistem juga membatasi maksimal tiga kali percobaan input password atau PIN yang salah untuk mencegah akses tidak sah.

5. Standar Keamanan ISO

Penguatan sistem keamanan digital tersebut didukung dengan keberhasilan perusahaan meraih sertifikasi internasional ISO 27001 versi tahun 2022. Sertifikasi bergengsi ini membuktikan bahwa manajemen keamanan informasi perusahaan telah memenuhi standar global yang sangat ketat dan teruji.

Penerapan standar keamanan ini juga mengacu penuh pada ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan dan ketenangan nasabah dalam bertransaksi di pasar modal setiap harinya.

Dengan strategi investasi yang rasional serta dukungan sistem keamanan yang andal investor diharapkan dapat menyikapi fluktuasi lebih tenang. Fokus pada tujuan investasi jangka panjang tetap menjadi prioritas utama untuk meraih kesuksesan finansial di masa depan.

Tags: IHSG