Tren Ekbis

Purbaya Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Belum Memadai

  • Menjelang 2026, Menteri Keuangan memaparkan proyeksi dan strategi ekonomi nasional, termasuk target pertumbuhan serta penguatan kebijakan fiskal.
purbaya-yudhi-sadewa-123723.jpg
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Kemenkeu)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Menjelang tahun baru 2026, proyeksi ekonomi nasional menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun arah kebijakan fiskal dan pembangunan. 

Pemerintah akan mengatur strategi yang terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus merespons berbagai tantangan global dan domestik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.

Dalam acara Economic Outlook 2026 yang ditayangkan Kompas TV belum lama ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah kebijakan dan strategi ekonomi nasional dalam tahun 2026. Pemaparan tersebut mencakup langkah pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesinambungan fiskal pada tahun mendatang.

Dalam pemaparannya, Purbaya menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) 2026 dipatok sebesar 5,4%. Ia menjelaskan bahwa angka ini menjadi landasan kebijakan ekonomi pemerintah untuk tahun depan. 

Menurutnya, target tersebut dinilai masih belum cukup untuk menyerap jumlah pencari kerja yang terus meningkat di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menilai adanya langkah tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari angka dasar APBN tersebut. 

Hal tersebut juga selaras dengan kolaborasi yang erat antara sektor publik dan swasta sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Peran sektor swasta dinilai penting untuk memperluas kapasitas produksi dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Purbaya juga menggarisbawahi perlunya penguatan sektor-sektor strategis seperti manufaktur, pertanian, dan energi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus pada sektor tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dalam hal ini, pemerintah juga menyoroti peran pasar modal dan investasi sebagai pendorong aktivitas ekonomi. Purbaya menyebutkan bahwa pasar modal yang berkembang dapat membantu perusahaan nasional tumbuh lebih besar, sehingga mampu memberikan nilai tambah secara luas bagi perekonomian.

Meskipun target dasar APBN 2026 adalah 5,4%, pemerintah menilai perlunya upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih agresif agar mendekati angka 8% dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini dilakukan untuk memastikan dampak positif bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih nyata. 

Strategi fiskal yang diuraikan juga mencakup perencanaan anggaran yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk pengendalian defisit dan pemeliharaan disiplin fiskal. Langkah ini dimaksudkan agar ruang fiskal tetap memadai untuk pembiayaan prioritas pembangunan nasional. 

Ia juga menyinggung tentang tantangan global yang bersifat tidak pasti, termasuk gejolak di pasar internasional serta dinamika ekonomi dunia yang dapat memengaruhi kinerja ekonomi domestik. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan fiskal dan strategi pertumbuhan tahun depan.