Pendapatan Masyarakat Indonesia Tembus Rp7 Juta per Bulan pada 2025
- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai Rp83,7 juta atau sekitar Rp6,97 juta per bulan.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rata-rata pendapatan masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai Rp83,7 juta atau sekitar Rp6,97 juta per bulan. Angka ini meningkat dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yaitu Rp78,6 juta.
Kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita ini sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,11% pada tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan ekonomi Indonesia berdasarkan PDB pada kuartal IV 2025 atas harga berlaku mencapai Rp6.147,2 triliun. Sementara, PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.474,5 triliun.
Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar 5,39% dibandingkan kuartal IV 2024 secara tahunan (year on year/yoy).
Amalia juga mengatakan sepanjang 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun, dan atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp13.580,5 triliun.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11%,” katanya dalam konferensi pers pada Kamis, 5 Februaari 2026.
Ia juga mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang mendorong perekonomian pada kuartal IV 2025. Di antaranya, konsumsi per kapita pada sektor jasa makanan, minuman, dan akomodasi, kelompok barang dan jasa lainnya tumbuh masing-masing 10,66%, dan 6,11% yoy.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan tetap solid, sekaligus menopang pencapaian target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran moderat.
Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 bisa mencapai 5,4% secara yoy. Untuk kinerja setahun penuh, pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,2% yoy. Meski begitu, ia menekankan proyeksi tersebut tetap mengacu pada data resmi dari BPS sebagai lembaga statistik nasional.
“(Optimis) tumbuh 5,4% yoy di kuartal IV 2025. Kalau full year target pemerintah kan 5,2% yoy. Tapi kan kita nggak tahu, tergantung data BPS nanti, jadi saya enggak intervensi BPS,” kata Purbaya.
Di sisi lain Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman memproyeksikan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,07% yoy, sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 5,03% yoy.
“Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia akan meningkat dari 5,04% yoy pada Q3 2025 menjadi 5,25% yoy pada Q4 2025, sehingga mendorong pertumbuhan sepanjang tahun 2025 ke level 5,07%,” kata Faisal dilansir dari Antara.
Dia mengatakan proyeksi kinerja yang lebih tinggi pada kuartal IV 2025 terutama didorong oleh meningkatnya permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), sejalan dengan agenda pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan.

Distika Safara Setianda
Editor
