Ekspansif! Grup Djarum Caplok Sariwangi Rp1,5 Triliun
- Grup Djarum memperluas bisnis ke segmen teh melalui pembelian merek Sariwangi senilai Rp1,5 triliun dari Unilever, tanda lonjakan investasi di F&B.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Perusahaan raksasa di Indonesia, Grup Djarum, kembali melakukan ekspansi bisnis di luar industri rokok dengan mengambil alih bisnis teh merek Sariwangi dari PT Unilever Indonesia Tbk senilai Rp1,5 triliun. Langkah ini menandai perluasan portofolio usaha Grup Djarum ke sektor makanan dan minuman (F&B), sekaligus memperkuat jejak usaha di luar produk tembakau.
Penjualan unit bisnis teh Sariwangi oleh Unilever Indonesia kepada PT Savoria Kreasi Rasa, entitas di bawah Grup Djarum, dilakukan melalui Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) yang ditandatangani pada 6 Januari 2026. Penyelesaian transaksi direncanakan rampung pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati oleh kedua pihak.
“Penyelesaian transaksi direncanakan akan dilakukan pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain sebagaimana disepakati secara tertulis oleh perseroan dan pembeli,” ujar Sekretaris Perusahaan UNVR Padwestiana Kristanti di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Padwestiana juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan-tindakan penyelesaian, diantaranya penandatanganan berita acara serah terima atau perjanjian pengalihan dari aset terkait bisnis tersebut.
“BTA tunduk pada hukum Republik Indonesia (RI), dan setiap sengketa yang timbul antara para pihak akan diselesaikan melalui arbitrase di Singapore International Arbitration Centre,” ujar Padwestiana.
Transaksi ini memiliki nilai sekitar Rp1,5 triliun di luar pajak yang setara dengan sekitar 45% dari total ekuitas Unilever Indonesia berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025. Bisnis teh Sariwangi juga tercatat menyumbang sekitar 3,1% dari laba bersih dan 2,7% dari pendapatan usaha Unilever Indonesia.
Sariwangi dikenal sebagai salah satu merek teh ikonik di Indonesia, yang telah menjadi bagian portofolio Unilever sejak akuisisi pada 1989. Selama lebih dari tiga dekade, Sariwangi telah dikenal luas di pasar domestik sebagai merek teh kantung yang populer.
Dengan akuisisi ini, Grup Djarum menambah lini bisnisnya di sektor makanan dan minuman melalui PT Savoria Kreasi Rasa, yang telah bergerak dalam berbagai produk konsumen lain seperti minuman, snack, dan makanan. PT Savoria Kreasi Rasa merupakan bagian dari unit usaha di bawah naungan Djarum yang berfokus pada produk makanan dan minuman.
Unilever menyatakan bahwa pelepasan bisnis teh ini memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dan mengembalikannya kepada pemegang saham dalam jangka pendek, sambil memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada segmen inti yang dipandang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Transisi kepemilikan Sariwangi ke Grup Djarum mencerminkan tren pelaku usaha besar di Indonesia yang melakukan diversifikasi usaha di luar sektor tradisional mereka. Bagi Grup Djarum, langkah ini memperluas jejak usahanya lebih jauh ke segmen makanan dan minuman, melengkapi portofolio produk konsumen mereka di pasar domestik.
Deretan Bisnis Grup Djarum di Luar Industri Rokok
Grup Djarum melakukan diversifikasi ke berbagai sektor strategis di luar tembakau, meliputi:
1. Perbankan & Keuangan: Bank Central Asia (BCA) yang merupakan bank swasta terbesar di Indonesia.
2. Elektronik & Manufaktur: Polytron, yang merupakan elektronik rumah tangga, audio-video, hingga motor listrik.
3. Ritel & Perdagangan Digital: Blibli yang merupakan salah satu platform e-commerce di Indonesia. Selain itu ada juga jaringan ritel berupa Ranch Market dan Farmers Market
4. Properti: Grand Indonesia Shopping Town.
5. Media & Konten Digital: Mola Group, yang merupakan media digital dan konten hiburan.
6. Makanan & Minuman (F&B): PT Savoria Kreasi Rasa, pemilik bisnis teh Sariwangi pasca akuisisi dari Unilever.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
