5 Strategi Naik Kelas UMKM! Tembus Pasar Global Bukan Mimpi
- Kerja sama dagang Indonesia–AS membuka peluang ekspor. UMKM didorong naik kelas lewat standar global, digitalisasi, dan kemitraan rantai pasok.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) diharapkan menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga level global. Kesepakatan tersebut membuka peluang akses pasar yang lebih kompetitif bagi sejumlah komoditas unggulan Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Amerika Serikat selama ini tercatat sebagai salah satu dari tiga besar tujuan ekspor nonmigas Indonesia. Dengan potensi perbaikan akses pasar dan tarif yang lebih bersahabat, pelaku usaha dalam negeri termasuk UMKM di rantai pasok, berpeluang meningkatkan volume produksi dan kualitas produk.
Namun, peluang tersebut tidak otomatis bisa dimanfaatkan tanpa kesiapan. Sejumlah strategi wajib dilakukan agar produk UMKM benar-benar mampu menembus pasar global. Melansir dari Kementerian UMKM, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Naik Kelas lewat Standar dan Sertifikasi

Pasar global, khususnya AS, memiliki standar ketat terkait kualitas, keamanan produk, hingga aspek keberlanjutan. Dalam konteks ini, UMKM perlu memastikan produknya memenuhi sertifikasi yang relevan, seperti standar keamanan pangan, sertifikasi halal untuk produk tertentu, hingga sertifikasi lingkungan.
Tanpa pemenuhan standar tersebut, peluang ekspor akan sulit direalisasikan meski hambatan tarif telah ditekan.
2. Masuk Rantai Pasok Eksportir Besar
Kerja sama dagang antara RI–AS berpotensi meningkatkan permintaan pada sektor seperti tekstil, alas kaki, karet, hingga produk turunan kelapa sawit. UMKM dapat mengambil peluang tersebut sebagai pemasok bahan baku, komponen, atau produk setengah jadi bagi industri besar yang berorientasi ekspor.
Strategi ini dinilai lebih realistis bagi banyak UMKM dibanding langsung mengekspor secara mandiri. Dengan menjadi bagian dari rantai pasok global, UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki tata kelola usaha.
3. Digitalisasi dan Akses Platform Ekspor

Transformasi digital menjadi faktor kunci. UMKM perlu memanfaatkan platform perdagangan digital lintas negara (cross border e-commerce), katalog ekspor, hingga marketplace internasional.
Selain itu, digitalisasi juga mencakup pencatatan keuangan, manajemen stok, hingga sistem pembayaran yang transparan. Seluruh hal tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas usaha di mata mitra global.
4. Perkuat Branding dan Nilai Tambah
Produk dengan nilai tambah lebih tinggi akan memiliki daya saing yang lebih baik dibanding sekadar menjual bahan mentah. Pasar global tidak hanya melihat harga, tetapi juga cerita dan diferensiasi produk. Sebagai bentuk pengembangan, UMKM perlu membangun identitas merek yang kuat, menonjolkan keunikan lokal, serta meningkatkan nilai tambah melalui desain, kemasan, dan inovasi.
5. Akses Pembiayaan dan Kemitraan

Ekspansi ke pasar global membutuhkan tambahan modal, baik untuk peningkatan kapasitas produksi maupun pemenuhan standar internasional. Untuk mendukung langkah tersebut, UMKM perlu memanfaatkan akses pembiayaan perbankan, lembaga penjaminan, hingga skema pembiayaan ekspor.
Kemitraan dengan agregator ekspor atau perusahaan besar juga dapat menjadi jembatan untuk menembus pasar AS terutama dalam hal pemenuhan standar teknis, pengurusan dokumen ekspor-impor, manajemen logistik lintas negara, serta negosiasi kontrak dagang yang sesuai regulasi pasar tujuan.
Melalui skema kemitraan ini, UMKM tidak harus berjalan sendiri, melainkan bisa memanfaatkan jaringan distribusi, pengalaman pasar, dan sistem quality control yang sudah mapan dari mitra yang lebih besar.
Kerja sama dagang Indonesia–AS menjadi peluang strategis di tengah dinamika perdagangan global. Namun, keberhasilan UMKM memanfaatkan momentum tersebut bergantung pada kesiapan internal, mulai dari kualitas produk, tata kelola usaha, hingga kemampuan beradaptasi dengan standar internasional.
Tanpa transformasi menyeluruh, peluang akses pasar hanya akan dinikmati oleh pelaku usaha besar. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat, UMKM berpotensi menjadi bagian penting dalam rantai nilai ekspor nasional dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
