Tebu

Siapa raja gula Indonesia? Simak profil PTPN, Sugar Group Companies, Wilmar, Mitr Phol, serta perkembangan industri gula nasional.
67d8d8a434192_20250318092124-1.jpg
Ilustrasi gula.
Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina Alfian Nasution melakukan pengisian Bahan Bakar Pertamax Green 95 saat acara pengenalan bahan bakar Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 31.128.02, MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan.

Pertamax Green, BBM Ramah Lingkungan yang Tidak Ramah Kantong

Pertamax Green kini dibanderol Rp17.000 per liter, lebih mahal dari Pertamax biasa. Mengapa produk energi ramah lingkungan justru sulit diadopsi karena harganya lebih mahal?
Tebu

Mimpi Indonesia Swasembada Gula, Akankah Berhasil?

Gula dipandang sebagai komoditas strategis karena tingkat konsumsinya yang tinggi di masyarakat serta perannya dalam industri pangan
Lukisan bertajuk De suikerfabriek Kedawong bij Pasoeroean op Java karya H.Th. Hesselaar, 1849. Pemandangan kompleks Pabrik Gula Kedawong dekat Pasuruan di Jawa.

Ironi Industri Gula RI: Si Mantan Raja Ekspor yang Kini Importir Terbesar Dunia

Pada era 1930-an, Indonesia yang saat itu dikenal sebagai Hindia Belanda pernah menjadi eksportir gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. Kala itu, produksi gula mencapai 2,9 juta ton per tahun dengan luas perkebunan tebu sekitar 196 ribu hektare.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...