Tren Leisure

5 Tips Simpan Bahan Makanan agar Awet di Kulkas

  • Food waste masih tinggi di Indonesia. Simak tips menyimpan bahan makanan di kulkas agar tetap segar, awet, dan membantu penghematan belanja rumah tangga.
freezer.jpg
simpan bahan makanan (safefood)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Bagi Anda yang kerap merasa bingung untuk mengolah bahan makanan, sudah saatnya beralih ke mode hemat yang membawa keuntungan jangka panjang. Dengan berhemat, hidup menjadi terstuktur dan berjalan seuai dengan fungsinya.

Mungkin sebagian dari Anda terlalu sering menerapkan food waste dan berujung pada pengeluaran dana yang yang berlebih. Sebagai informasi, food waste merupakan makanan layak konsumsi yang akhirnya berubah menjadi sampah dan limbah rumah tangga. Hal tersebut kerap terjadi karena kebiasaan yang buruk, salah satunya tidak menjaga kesegaran bahan makanan di dalam kulkas.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sisa sampah makanan di Indonesia mencapai lebih dari 39%. Persoalan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, karena faktanya 2.5 miliar ton terbuang secara percuma. Akibatnya, lingkungan yang terdampak jadi tidak sehat, dan ekonomi keluarga juga turut terhalang oleh adanya kebiasaan boros yang terus berulang. 

Dari postingan Instagram Badan Pangan Nasional (@badanpangannasional) yang diunggah pada 11 Januari 2026, dijelaskan beberapa cara terkait menjaga kualitas bahan makanan agar tetap segar di dalam kulkas. Unggahan tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait hidup hemat dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pangan yang dikonsumsi.

Berikut tips hemat yang menjadi rahasia belanjaan awet di dalam kulkas:

1. Perhatikan Penempatan Bahan di Pintu Kulkas

Source: polytron.co.id

Rak pintu kulkas memiliki suhu yang paling fluktuatif. Oleh karena itu, telur dan susu cair sebaiknya tidak disimpan di area ini agar kualitasnya tetap terjaga. Idealnya, rak pintu digunakan untuk menyimpan bumbu botolan, sambal, atau selai. Sementara telur dan susu sebaiknya diletakkan di bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil.

2. Sayur dan Buah Sebaiknya Disimpan Terpisah

Sejumlah buah seperti apel, pisang, dan alpukat menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pembusukan sayuran di sekitarnya. Untuk sayur yang menguning, pisahkan penyimpanan buah dan sayuran hijau dengan menggunakan laci atau wadah yang berbeda agar kualitasnya tetap terjaga.

3. Cara Menyimpan Cabai dan Sayur agar Lebih Tahan Lama

Source: cookpad.com

Cabai sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan di dalam kulkas. Dalam hal ini, Anda cukuP melepaskan tangkai, kemudia lapisi dengan tisu. Jika sudah, tambahkan satu siung bawang putih kupas sebagai pengawet alami, lalu simpan dalam wadah tertutup.

Untuk sayuran daun seperti bayam dan kangkung, jangan dicuci terlebih dahulu. Sebaiknya, potong bagian akar, bungkus dengan tisu atau kertas dapur agar tetap kering, lalu simpan dalam plastik atau wadah yang tertutup.

4. Terapkan Meal Prep untuk Kebutuhan Mingguan

Susun rencana menu kebutuhan Anda untuk 3 hingga 7 hari ke depan. Selain itu, pastikan Anda belanja sesuai daftar yang diinginkan agar tidak terjadi penumpukan bahan makanan. Bahan lauk mentah seperti ayam, ikan, atau daging sebaiknya dibagi ke dalam porsi kecil untuk sekali masak. Cara ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri akibat aktivitas membuka kulkas secara sering.

5. Gunakan Metode FIFO agar Tidak Terbuang

Source: Universal CPA Review

Terapkan prinsip First In First Out (FIFO) dengan mengolah bahan makanan yang dibeli lebih dulu sebelum membuka stok baru. Beri label berisi tanggal pembelian atau batas konsumsi pada setiap wadah, agar lebih mudah memantau masa simpan dan menghindari penumpukan bahan di dalam kulkas.