Mulai dari Rp100.000, Pahami Tips dan Risiko Jadi Investor di Fintech P2P Lending
- Kehadiran fintech peer-to-peer (P2P) lending membuat jenis instrumen investasi makin beragam.

Ananda Astri Dianka
Author


PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks). / Koinworks.com
( Koinworks.com)JAKARTA – Kehadiran fintech peer-to-peer (P2P) lending membuat jenis instrumen investasi makin beragam. Apalagi, berinvestasi di P2P lending terbilang cukup mudah dan murah, sehingga siapa saja termasuk anak muda bisa menjadi investor.
Kendati begitu, menjadi investor atau pendana (lender) di P2P lending juga memiliki risiko yang harus dipahami. Mengutip laman resmi KoinWorks, Senin 20 September 2021, berikut tips menjadi lender pemula agar tak keliru memahami risiko investasi.
1. Mulai dari yang Kecil
Sebagai platform penyelenggara P2P lending, KoinWorks menawarkan minimum investasi sebesar Rp100.000. Jumlah yang terbilang terjangkau ini tentu akan semakin membantu Anda dalam memahami konsep P2P lending atau fintech lending secara keseluruhan.
2. Diversifikasi
Kata terpenting ketika berinvestasi adalah diversifikasi. Metode ini terbilang sangat umum ketika berinvestasi.
- Terapkan Kesetaraan, Prodia Raih Predikat Gold dalam SDGs Award 2021
- Penyaluran Kredit Segmen Wholesale Bank Mandiri Tumbuh 6,43 Persen
- DBS Bank Luncurkan Kartu Kredit Digital di Tengah Booming Pay Later, Apa Alasannya?
Diversifikasikan dana Anda ke masing-masing peminjam yang ada. Juga, buat variasi dalam portofolio Anda dengan mendanai peminjam dengan suku bunga, tujuan pinjaman, dan jangka waktu yang berbeda-beda.
Misalnya, terdapat tiga peminjam yang belum terdanai sepenuhnya. Anda telah mendepositkan dana sebanyak Rp300.000 maka Anda bisa mendiversifikasikan dana Anda sebesar Rp100.000 ke masing-masing peminjam.
Ini juga bisa mempengaruhi portofolio pendanaan Anda, di mana masing-masing peminjam memiliki suku bunga dan credit scoring yang berbeda-beda. Dalam hal ini keuntungan dan resiko yang Anda dapatkan juga akan bervariasi.
Manakala ada peminjam yang gagal bayar, kerugian Anda dapat ditutupi melalui keuntungan yang Anda dapat dari pendanaan Anda di peminjam lain.
3. Pahami Resiko, Credit Scoring, dan Suku Bunga
Terdapat 5 grade yakni A hingga E, dan masing-masing grade terdiri dari lima level yang berbeda, seperti A1 hingga A5, di mana A1 merupakan yang paling dianggap mampu untuk membayar pinjaman dan E5 dengan grade yang paling rendah dalam hal ini.
Di titik aman, misalnya A1, suku bunga yang dikenakan mulai dari 12%, sementara di E5 bisa mencapai 24%. Bagi Pendana, mendanai di E5 akan memberikan keuntungan yang lebih besar namun memiliki resiko yang lebih tinggi pula.
Sementara di A1, dana Anda akan jauh lebih aman namun keuntungan akan lebih minim. Di sinilah gunanya Anda berdiversifikasi sembari memahami suku bunga dan credit scoring.
4. Baca Semua Informasi Tentang Peminjam
Hal ini tentu merupakan langkah penting untuk dilakukan demi mengenali kepada siapa dana Anda akan disalurkan. Baca semua informasi tentang peminjam yang tersedia mulai dari tujuan pinjaman, latar belakangnya secara pribadi, pendapatan tahunan, mitra, reputasi dan sebagainya.
Khusus untuk tujuan pinjaman, KoinWorks menyertakan tiga jenis tujuan pinjaman yakni Pinjaman Bisnis, Pinjaman Karyawan, hingga Pinjaman Pendidikan. Untuk masing-masing tujuan pinjaman terdapat detil selanjutnya, misalnya pada tujuan bisnis, peminjam mengajukan pinjaman untuk memperbanyak inventori produk bisnisnya.
5. Manfaatkan Fitur Referral
KoinWorks memiliki sebuah fitur Referral yang memungkinkan Anda untuk merujuk teman bergabung di KoinWorks. Ketika teman rujukan berhasil bergabung dan mendanai, Anda akan mendapatkan 350.000 KOIN yang bisa dipakai untuk mendanai.
6. Pertimbangkan Untuk Mencoba Fitur Auto-Purchase
Anda bisa menyaring tipe pinjaman untuk Anda danai secara otomatis, bahkan Anda bisa mendanai pinjaman sesuai kriteria Anda secara otomatis. Fitur Auto-Purchase yang disediakan KoinWorks memudahkan Anda untuk mengotomasi investasi Anda berdasarkan suku bunga, tipe pinjaman, jangka waktu hingga bid per loan.
Setelah menentukan detil-detil dalam fitur Auto-Purchase, Anda kemudian bisa memasukkan bid per loan untuk Anda danai secara otomatis.
7. Danai Secara Perlahan
Sebagai lender pemula, Anda mungkin akan sangat bersemangat untuk memulai pengalaman pendanaan Anda dan itu wajar. Namun, jangan langsung menggelontorkan seluruh dana Anda untuk disalurkan ke peminjam, melainkan miliki strategi kapan harus mendanai dan kapan harus mengambil jeda.
Anda juga bisa menjadwalkan maupun menyisihkan dana hingga ketika Anda perlu melakukan pendanaan, maka Anda bisa mulai langsung mendanai. Jangan langsung memaksakan untuk mendanai meskipun pilihan peminjam yang tersedia tidak sesuai dengan analisa atau perhitungan Anda, atau pun tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Ada baiknya tahan dana Anda hingga peminjam baru muncul di dalam platform.
8. Danai Kembali Bunga yang Telah Anda Dapat
Dalam pendanaan fintech lending, dana yang Anda salurkan ke beragam peminjam akan menghasilkan bunga sebagai pendapatan Anda. Bunga ini bisa Anda tarik untuk langsung dibelanjakan atau bisa didanai kembali.
Rekomendasinya adalah mendanai kembali bunga yang telah Anda dapatkan untuk memaksimalkan keuntungan sebab bunga yang Anda danai kembali tersebut akan berkesempatan mendapatkan bunga yang lebih tinggi lagi, jadi keuntungan Anda bisa lebih maksimal.
9. Gunakan KoinRobo
KoinRobo memungkinkan Anda untuk mendanai secara otomatis ke berbagai tipe pinjaman secara merata dan memungkinkan Anda untuk mendapatkan bunganya di akhir tenor.
Dengan algoritma inovatif KoinWorks, setiap pendana bisa menggunakan KoinRobo seperti halnya tabungan berjangka, hanya saja bunga tahunannya lebih besar.

Amirudin Zuhri
Editor
