Fintech P2p Lending
Meski tekanan ekonomi meningkat, OJK mencatat bahwa profil risiko pada sektor multifinance dan fintech lending masih dalam kondisi terjaga. Per Maret 2025, rasio kredit bermasalah (Non Performing Financing/NPF) gross industri multifinance tercatat turun menjadi 2,71%, sementara di industri fintech lending, tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) tercatat di level 2,77%.


Ilustrasi kredit perbankan.


Performa Pembiayaan Bank, Multifinance, dan Fintech Maret 2025: Siapa Paling Unggul?
Per Maret 2025, total penyaluran kredit sektor perbankan tumbuh 9,16% secara tahunan (yoy), mencapai Rp7.908,42 triliun. Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,36% yoy, disusul oleh kredit konsumsi (9,32% yoy) dan kredit modal kerja (6,51% yoy).


Begini Cara AFPI Perkuat Industri Fintech Lending Melalui AI
Pemanfaatan teknologi AI telah menjadi pilar utama dalam operasional platform fintech P2P Lending. Teknologi ini digunakan secara luas untuk menilai risiko kredit, mengelola risiko pinjaman, menyediakan layanan pelanggan berbasis chatbot, memasarkan produk, serta melakukan akuisisi pengguna yang lebih efisien.


Peta Persaingan Kredit: Multifinance, Fintech, Bank Bersaing Sengit
Perbankan masih memegang posisi terdepan baik dari sisi pertumbuhan kredit maupun manajemen risiko. Kredit perbankan tumbuh sebesar 10,30% yoy menjadi Rp7.825 triliun, mempertahankan tren pertumbuhan dua digit (Januari 2025: 10,27% yoy).
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
