Fintech

Mengenal Fintech P2P Lending Resmi: Investree

  • Investree merupakan platform fintech peer-to-peer (P2P) lending resmi yang bernaung di bawah PT Investree Radhika Jaya yang sudah diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019.
SBN Ritel ORI023
Investree Dorong Lender Individu Jadi Investor SBN Ritel ORI023 (Trenasia.com)

JAKARTA – Investree merupakan platform fintech peer-to-peer (P2P) lending resmi yang bernaung di bawah PT Investree Radhika Jaya yang sudah diizinkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2019. 

Investree telah terdaftar di OJK dengan nomor registrasi KEP-45/D.05/2019 sebagai platform yang menghubungkan peminjam (borrower) dan pemberi pinjaman (lender) berbasis teknologi informasi. Investree juga telah resmi tergabung sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). 

Dikutip dari situs resminya, Investree sudah menghimpun pinjaman sebesar Rp16,29 triliun sejak berdiri hingga saat ini dan menyalurkan nilai pinjaman sebesar Rp10,44 triliun. Kemudian, nilai pinjaman yang lunas berjumlah Rp9,15 triliun dan nilai pinjaman outstanding-nya sebesar Rp1,28 triliun.

Jumlah borrower yang terdaftar di Investree mencapai 11.588 nasabah sementara saat ini ada 9.529 borrower yang aktif. Pada tahun 2022, Investree telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp1,13 triliun.

Selanjutnya, persentase tingkat keberhasilan bayar pada hari ke-90 (TKB90) di Investree berada pada level 97,84% berdasarkan data yang dikutip Senin, 11 April 2022. 

Layanan

Fintech lending Investree menyediakan beragam layanan pinjaman untuk borrower yang bunganya dimulai dari 0,9% perbulan, di antaranya: 

1. Buyer financing: produk pinjaman modal kerja untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang hendak memenuhi kebutuhan stok barang dengan cepat dengan menyertakan bukti pemesanan dari korporat ritel yang terafiliasi dengan Investree.

2. Working capital term loan (WCTL): produk pinjaman modal kerja untuk UKM yang memiliki model bisnis yang unik, misalnya menerima pembayaran melalui transfer bank/pembayaran digital, bekerja sama dengan penyedia jasa logistik, menggunakan aplikasi sistem kasir point of sales, dan memiliki kontrak/SPK yang sedang berjalan. 

3. invoice financing: pinjaman modal untuk UKM berkembang yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar seperti BUMN, perusahaan terbuka dan multinasional, serta lembaga pemerintahaan. 

UKM yang membutuhkan pembiayaan bisa menjaminkan tagihan (invoice) yang sedang berjalan atas sebuah perusahaan untuk memperoleh pinjaman melalui platform Investree. 

4. Online seller financing: pinjaman jangka pendek untuk penjual online aktif di platform e-commerce yang berafiliasi dengan Investree. Produk ini dapat digunakan untuk keperluan merintis usaha, modal kerja, menambah stok persediaan, dan sebagainya. 

Berikut ini syarat dan ketentuan untuk mengajukan pinjaman di Investree:

1. berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Jawa Tengah,

2. tenor fasilitas/pinjaman 1-24 bulan,

3. skema pengembalian adalah cicilan bulanan sesuai tenor pinjaman,

4. memiliki kelengkapan dokumen seperti identitas diri dan legalitas pendirian perusahaan,

5. peminjam adalah individu atau badan hukum berbentuk CV/PT,

6. nilai pinjaman Rp2 juta – Rp2 miliar, 

7. Telah berjualan online selama enam bulan, serta 

8. omset minimal Rp2 juta perbulan. 

Penghargaan

Dikutip dari situs resmi AFPI, berikut ini penghargaan-penghargaan yang  telah diraih Investree:

- “10 Start Up Indonesia Favorit Editorial Tech in Asia Indonesia di 2016” oleh Tech in Asia Indonesia,

- “Indonesia Most Creative Company 2017” based on SWA Research and Editor Panel kategori Teknologi majalah SWA, 

- “Best Cash Management Solution Indonesia” kategori New Economy Solutions dalam The Asset Triple A – Treasury, Trade, Supply Chain, and Risk Management Awards 2017 dari Majalah The Asset, 

- "Best Peer-to-Peer Lending for SMEs" dalam Indonesia Country Awards Programme 2017 for Peer-to-Peer Audit Awards oleh The Asian Banker

-"30 Most Promising Growth-Stage Start Ups" oleh Forbes Indonesia

- pimpinan perusahaan Adrian Gunadi sebagai "Tokoh Milenial Keuangan 2018" oleh Otoritas Jasa Keuangan,

-Adrian Gunadi sebagai "2019 Endeavor Entrepreneur of the Year" oleh Endeavor Indonesia,

-"The Expandable Company 2021" oleh Mandiri Capital,

-"Fintech Syariah Terbaik" oleh Republika,

-World Islamic Fintech Awards 2019 kategori “Best Islamic Peer-to-Peer Finance Platform” oleh IFN Fintech, serta 

-pemenang HR Excellence Award 2020 kategori “HR Technology” dan “Learning & Development Strategy” oleh Majalah SWA. 

Profil Pimpinan Perusahaan

Co-founder dan CEO Investree Adrian Gunadi menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan S2 di Rotterdam School of Management Erasmus University. 

Adrian sempat menjejaki karier sebagai management trainee di Citibank, mengelola Islamic finance di Standard Chartered Saadiq, Dubai, dan Uni Emirat Arab, mengepalai bagian syariah di Bank Permata, hingga menjadi managing director-retail banking di Bank Muamalat. 

Selama 20 tahun, karier Adrian dihiasi dengan pembangunan model bisnis perusahaan perbankan meliputi jaringan konvensional di bidang syariah dan platform SME, keuangan mikro, dan e-banking di bidang ritel.