Tren Pasar

IHSG Rekor 9.032, Proyek DME Prabowo Jadi Angin Segar Coal

  • IHSG cetak rekor di 9.032,58! Proyek DME Prabowo jadi angin segar sektor batu bara. Simak rekomendasi saham BRIS, BMRI, hingga PSAB dari Phintraco hari ini.
Aktifitas Bursa Saham - Panji 4.jpg
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Mail Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta 17 Oktober 2023. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah baru setelah ditutup menguat 0,94% ke level 9.032,58 pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026. Laju indeks bahkan sempat menyentuh rekor intradaytertinggi sepanjang masa di level 9.049.

Optimisme pasar didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan tren kenaikan harga komoditas global. Aliran masuk dana asing yang deras serta aksi korporasi emiten turut menjadi "bensin" utama yang melambungkan performa indeks komposit di awal tahun.

Penguatan IHSG juga dibarengi dengan terapresiasinya nilai tukar Rupiah ke level Rp16.865 per dolar AS di pasar spot. Secara teknikal, muncul sinyal Golden Cross dan pelebaran histogram positif MACD yang menandakan potensi penguatan indeks masih cukup terbuka lebar.

1. Sinyal Teknikal & Waspada Profit Taking

Indikator teknikal menunjukkan kekuatan momentum beli yang masih sangat dominan seiring terbentuknya pola Golden Cross. Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguji level resisten baru di rentang 9.070 hingga 9.100 pada perdagangan hari ini.

Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi terjadinya aksi ambil untung atau profit taking di tengah kenaikan yang sudah cukup signifikan. Tekanan jual jangka pendek mungkin muncul karena pelaku pasar cenderung mengamankan posisi tunai menjelang libur panjang akhir pekan.

Phintraco memproyeksikan pergerakan indeks hari ini akan sangat bergantung pada kemampuan bertahan di atas level psikologis. Tim riset mengingatkan, "Perlu diwaspadai potensi terjadinya profit taking pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, menjelang libur long weekend," guna memitigasi risiko volatilitas.

2. Proyek DME dan Hilirisasi Batu Bara

Pemerintahan Presiden Prabowo membawa angin segar bagi emiten energi dengan menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Langkah hilirisasi strategis ini bertujuan menciptakan substitusi LPG guna mengurangi beban impor energi nasional yang membengkak.

MIND ID dan Pertamina kini berkolaborasi erat untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi berbagai produk energi alternatif berkualitas. Selain DME, proyek ini juga difokuskan pada pengembangan synthetic natural gas (SNG) serta metanol untuk kebutuhan industri domestik masa depan.

Kebijakan ini diprediksi akan menjadi faktor positif bagi fundamental emiten batu bara yang memiliki porsi penjualan dalam negeri besar. Phintraco menilai langkah hilirisasi ini memperkuat prospek jangka panjang sektor energi alternatif di tengah transisi energi bersih yang berkelanjutan.

3. Aturan Baru Kesehatan PPDP OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan POJK 33/2025 guna memperketat penilaian tingkat kesehatan perusahaan jasa keuangan non-bank. Peraturan ini menyasar Perusahaan Perasuransian, Lembaga Penjamin, dan Dana Pensiun (PPDP) sebagai dasar strategi penguatan pengawasan otoritas yang lebih efektif.

Aturan baru ini menetapkan metodologi penilaian yang lebih terstruktur dan berbasis risiko agar ekosistem keuangan tetap stabil. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi dan dana pensiun melalui pengawasan yang lebih ketat dan transparan.

Implementasi POJK ini menjadi sinyal positif bagi tata kelola industri keuangan di Indonesia untuk jangka menengah. OJK berkomitmen menggunakan regulasi ini sebagai landasan dalam menetapkan strategi pengawasan yang lebih terukur guna melindungi kepentingan seluruh nasabah dan masyarakat luas.

4. Data Teknikal dan Saham Pilihan

IHSG hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif namun tetap berada dalam tren penguatan jangka pendek dengan area pivotdi level 9.000. Level support krusial berada di 8.900, sementara target resisten terdekat yang akan diuji berada pada level psikologis 9.100.

Menyikapi kondisi pasar yang bergairah, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham perbankan dan tambang emas yang memiliki pola teknikal menarik. Fokus utama tertuju pada emiten dengan fundamental solid yang berpotensi melanjutkan penguatan harga di tengah derasnya arus modal asing.

Daftar rekomendasi saham untuk perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, mencakup emiten perbankan pelat merah dan perusahaan konstruksi strategis. Pilihan utamanya adalah, "Top picks, hari ini: BRIS, BMRI, BBTN, PSAB dan SSIA," yang dinilai memiliki ruang penguatan signifikan berdasarkan analisis teknikal.