Tren Pasar

5 Juara Reksa Dana 2025, Return Tembus 78 Persen Setahun

  • Data Bareksa Barometer menunjukkan sejumlah reksa dana dari berbagai kategori mencatat imbal hasil tinggi, bahkan menembus 68–78% setahun.
plant-growing-coins-glass-jar-money-green-grass.jpg
Ilustrasi Reksa Dana. (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Tahun 2025 menjadi periode emas bagi investor reksa dana. Mengutip data Bareksa Barometer, Rabu 14 Januari 2926, sejumlah produk reksa dana mencatat imbal hasil impresif, bahkan ada yang menembus 68% hingga 78% dalam setahun.

Capaian tersebut datang dari berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, hingga reksadana berbasis dolar AS (USD). Kinerja solid ini menegaskan bahwa 2025 menjadi tahun yang sangat kondusif bagi strategi investasi berbasis reksa dana.

Data kinerja reksa dana sepanjang 2025 menjadi penting di tengah banyaknya pilihan produk di pasar. Tak sedikit investor ritel masih kebingungan menentukan reksa dana yang sesuai. 

Padahal, kunci keberhasilan investasi bukan sekadar mengikuti produk yang sedang naik, melainkan menyesuaikan instrumen dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Dalam konteks ini, kinerja reksa dana 2025 dapat menjadi referensi awal untuk menyusun strategi investasi ke depan.

Reksa dana saham unggul di 2025

reksa dana saham kembali menjadi kategori paling agresif dengan potensi imbal hasil tertinggi. Instrumen ini cocok bagi investor jangka panjang yang siap menghadapi volatilitas pasar. Sepanjang 2025, reksa dana saham unggulan versi Bareksa mampu membukukan imbal hasil hingga 68,27% setahun, dengan Sucorinvest Maxi Fund menjadi pemimpin kinerja di kategori ini.

Top 5 reksa dana Saham Terbaik 2025

Reksadana SahamDana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
 
Sucorinvest Maxi FundRp200,48 miliar568,27%
Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund Kelas ARp3,23 triliun535,26%
Sucorinvest Sharia Equity FundRp438,63 miliar543,61%
Sucorinvest Sustainability Equity FundRp31,75 miliar4,541,82%
TRAM Consumption Plus Kelas ARp112,67 miliar426,57%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Pendapatan tetap tetap menarik

Bagi investor yang mengincar stabilitas, reksa dana pendapatan tetap tetap menjadi pilihan menarik. Didukung tren penurunan suku bunga, produk terbaik di kategori ini mampu mencatatkan return hingga 12,16% setahun, jauh melampaui bunga deposito.

Top 5 reksa dana Saham Terbaik 2025

Reksa dana Saham
 
Dana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
 
Sucorinvest Maxi FundRp200,48 miliar568,27%
Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund Kelas ARp3,23 triliun535,26%
Sucorinvest Sharia Equity FundRp438,63 miliar543,61%
Sucorinvest Sustainability Equity FundRp31,75 miliar4,541,82%
TRAM Consumption Plus Kelas ARp112,67 miliar426,57%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Reksa dana campuran seimbang risiko dan imbal hasil

Reksa dana campuran menawarkan kombinasi saham dan obligasi dengan tingkat risiko yang lebih moderat dibanding saham murni. Pada 2025, reksa dana campuran terbaik mampu mencetak imbal hasil hingga 57% setahun, menjadikannya cocok untuk target investasi jangka menengah sekitar 3–5 tahun.

Top 5 Reksa dana Campuran Terbaik 2025

Reksa dana Campuran​
 
Dana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
 
Sucorinvest Anak PintarRp313,95 miliar557,13%
Sucorinvest Citra Dana BerimbangRp147,62 miliar4,550,98$
Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas ARp181,65 miliar4,546,94%
Jarvis Balanced FundRp104,84 miliar4,547,4%
Schroder Syariah Balanced FundRp125,18 miliar4,526,04%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Pasar uang tetap relevan

Untuk kebutuhan dana darurat atau parkir dana jangka pendek, reksa dana pasar uang tetap relevan. Selain likuid dan relatif stabil, imbal hasilnya mencapai 5,65% setahun, bahkan mampu melampaui bunga deposito perbankan.

Top 5 Reksa dana Pasar Uang Terbaik 2025

Reksa dana Pasar Uang
 
Dana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
 
Syailendra Sharia Money Market FundRp1,42 triliun45,51%
Setiabudi Dana Pasar UangRp549,68 miliar44,48%
Syailendra Dana KasRp2,63 triliun45,33%
Majoris Pasar Uang Syariah IndonesiaRp1,48 triliun45,28%
Sucorinvest Money Market FundRp9,52 triliun45,65%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Strategi pasif lewat reksa dana indeks

Bagi investor dengan pendekatan pasif, reksadana indeks menawarkan efisiensi biaya dengan mengikuti pergerakan pasar. Meski tidak selalu mencatatkan imbal hasil tertinggi, instrumen ini cocok untuk investasi jangka panjang yang disiplin dan berorientasi pertumbuhan.

Top 5 Reksa Dana Indeks Terbaik 2025

Reksa dana Indeks​
 
Dana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
BRI Indeks SyariahRp110,59 miliar328,09%
Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas ARp600,3 miliar39,69%
UOBAM Indeks Bisnis-27Rp150,9 miliar313,58%
BNP Paribas IDX Growth30Rp317,1 miliar37,85%
STAR Infobank 15 Kelas UtamaRp57,81 miliar3-5,06%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Reksa dana USD mencuri perhatian

Reksa dana berbasis dolar AS semakin diminati, terutama saat rupiah berfluktuasi. Pada 2025, reksadana USD terbaik bahkan mencatatkan imbal hasil hingga 78,32% setahun, sekaligus memberikan manfaat diversifikasi global bagi investor.

Kinerja reksa dana 2025 menunjukkan bahwa reksadana saham dan USD menjadi juara cuan, sementara reksadana pendapatan tetap dan pasar uang tetap berperan penting menjaga stabilitas portofolio.

Top 5 Reksa dana USD Terbaik 2025

Reksa dana USDJenisDana Kelolaan Nov 2025
 
Barometer Point
 
Imbal Hasil 1 Tahun
 
Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD Kelas ASahamRp50,57 miliar578,32%
Manulife Greater Indonesia FundSahamRp376,92 miliar3,520,03%
BNP Paribas Prima USD Kelas RK1Pendapatan TetapRp2,49 triliun3,57,19%
STAR Fixed Income DollarPendapatan TetapRp312,84 miliar34,35%
Mandiri Money Market USDPasar UangRp3,78 triliun32,98%

Sumber: Bareksa Barometer, kinerja per 7/1/2026

Memasuki 2026, investor disarankan menyusun portofolio sesuai tujuan dan profil risiko dengan mengombinasikan saham, obligasi, pasar uang, serta aset berbasis USD agar potensi imbal hasil dan risiko lebih seimbang.