Tren Ekbis

Daging Jadi Protein Favorit Gen Z di Tengah Gejolak Harga

  • Pedagang daging sapi di Jabodetabek kembali berjualan setelah diputuskan harga timbang hidup sapi hidup Rp55.000/kg di tingkat feedlot.
daging_sapi.jpg
Daging sapi (sasa.co.id)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Tren konsumsi daging di kalangan anak muda, menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Daging, yang kerap dijadikan sebagai bahan utama masakan menjadi incaran anak-anak muda mulai dari anak, remaja, hingga orang dewasa.

Berdasarkan informasi pada akun Instagram konsultan makanan Accelerice Indonesia (@accelericeindonesia) tahun 2025, 39% gen Z berusia 16-24 tahun lebih banyak mengonsumsi daging sapi. Selain itu, dijelaskan juga 57% gen Z pria memilih daging merah sebagai sumber protein utama.

Source: Instagram: (@accelericeindonesia)

Kondisi tersebut kian meningkat setelah adanya ‘rebranding’ yang menyebut daging sebagai protein. Tak hanya itu, konsumsi daging juga kerap dipromosikan oleh influencer kesehatan, hingga program wellness yang banyak dianut oleh anak muda.

Dari postingan tersebut juga dijelaskan produk-produk olahan daging segar memiliki citra yang sehat, bersih, dan modern. Hal ini yang membuat daging segar tetap dicari, meskipun harganya yang kian melambung tinggi.

Komoditas Daging Terkini

Sejak 22 Januari 2026, pedagang daging sapi di sejumlah wilayah seperti Jabodetabek melakukan aksi mogok berjualan atas kekecewaaan terhadap kenaikan harga sapi hidup yang dinilai memberatkan. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman aksi mogok tersebut dipicu oleh harga sapi dari perusahaan penggemukan (feedloter) yang dijual di atas harga yang telah ditetapkan.

“Kami tindaklanjuti aksi mogok. Menurut laporan, itu harga dari feedloter, dari apa namanya itu penggemukan, itu di atas harga yang telah ditapkan dijualkan,” ujar Amran dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, di kantor Kementan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Amran menyebutkan laporan yang diterimanya menunjukkan adanya ketidaksesuaian harga di tingkat hulu, sehingga pedagang kesulitan menjual kembali daging sapi dengan harga yang normal kepada konsumen. 

Dalam pertemuan koordinasi yang juga dihadiri berbagai pihak, termasuk Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, serta asosiasi pedagang dan pelaku usaha, disepakati bahwa harga timbang hidup sapi di feedloter ditetapkan sebesar Rp55.000/kg hingga menjelang perayaan Idulfitri.

Atas hal tersebut, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama memastikan seluruh pedagang di bawah naungannya kembali berjualan hari ini. "Mulai malam Jumat, 23 Januari 2026, pedagang daging kembali beraktivitas dan RPH siap memotong sapi," kata Wahyu dalam keterangan resmi.

Hal ini senada dengan keterangan dari Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) H. Asnawi. Ia menegaskan para pedagang tidak boleh lagi aksi mogok berjualan setelah kesepakatan ini diberlakukan.

"Kalau ada pengusaha feedlot menjual di atas Rp55 ribu per kilogram, silakan laporkan dengan bukti untuk diteruskan ke Menteri Pertanian," ucapnya.

Dalam hal ini, para pedagang diingatkan untuk mematuhi kesepakatan harga yang telah ditetapkan. Langkah ini dinilai penting oleh para pengusaha daging sapi karena menyasar salah satu komoditas pangan yang harganya berpengaruh besar terhadap konsumsi rumah tangga, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.