Menu Saham Kamis: Ada INCO dan BRIS Saat IHSG Uji 8.200
- Riset Phintraco Sekuritas proyeksikan IHSG uji 8.200 Kamis, 5 Februari 2026. Cek harga saham pilihan: MEDC naik 2,48%, INCO Rp4.150, hingga BRIS dan BTPS.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpeluang uji level 8.200 pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Optimisme ini muncul usai indeks ditutup menguat 0,297% ke level 8.146 pada perdagangan kemarin sore.
Secara teknikal Phintraco Sekuritas menyoroti pembentukan histogram negatif pada indikator MACD yang cenderung mengecil ukurannya saat ini. Sementara itu indikator Stochastic RSI terpantau masih bertahan di area jenuh jual atau oversold yang mengindikasikan potensi rebound indeks domestik.
Sentimen penguatan juga didorong oleh rebound harga komoditas emas dan perak yang menjadi katalis positif bagi pasar saham. Selain itu investor domestik tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang akan diumumkan BPS hari ini.
1. Level Kunci IHSG
Phintraco Sekuritas menetapkan level resistance krusial IHSG berada di angka 8.200 untuk perdagangan hari Kamis ini. Sementara itu level pivot diperhitungkan berada di 8.100 dan level support psikologis yang harus dijaga ketat ada di posisi 8.000 poin.
Pergerakan teknikal ini didukung oleh penutupan indeks yang mampu membalikkan keadaan setelah sempat dibuka melemah pada sesi sebelumnya. “Kemampuan indeks bertahan di zona hijau memberikan sinyal akumulasi yang cukup kuat dari para pelaku pasar domestik saat ini,” jelas Phintraco dalam riset pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dengan indikator momentum yang mulai membaik peluang uji level atas menjadi skenario paling mungkin terjadi menurut analisis sekuritas. Investor disarankan untuk memperhatikan level-level kunci tersebut sebagai acuan dalam mengambil keputusan trading harian di pasar saham reguler.
2. Sentimen Data PDB
Fokus utama pasar hari ini adalah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun penuh atau Full Year 2025 oleh BPS. Phintraco mencatat konsensus pasar memperkirakan ekonomi nasional tumbuh sebesar 5% secara tahunan atau sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun fiskal 2024 lalu ekonomi Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi yakni mencapai angka 5,3% year on year. “Data ini menjadi indikator penting untuk mengukur ketahanan fundamental ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global saat ini," jelasnya.
Khusus untuk kuartal keempat 2025 pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,2% secara tahunan dan 1,9% secara kuartalan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal ketiga 2025 yang tercatat tumbuh 5,04% secara tahunan menurut data statistik resmi.
3. Agenda Bank Sentral
Dari sisi eksternal investor perlu mencermati rilis data penjualan ritel kawasan Eropa bulan Desember 2025 hari ini. Konsensus memperkirakan pertumbuhan sebesar 2,3% secara tahunan, naik dari capaian bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 2% saja di kawasan tersebut.
Phintraco juga menyoroti pertemuan bank sentral Eropa atau ECB yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di 2,15%. Kebijakan menahan suku bunga ini dinilai sebagai langkah hati-hati di tengah upaya menjaga stabilitas inflasi kawasan benua biru tersebut.
Senada dengan Eropa Bank of England atau BoE juga diperkirakan akan mengambil langkah serupa dalam kebijakan moneternya hari ini. Bank sentral Inggris diprediksi kuat akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap berada di level 3,75% pada pertemuan nanti.
4. Pilihan Saham Energi
Untuk sektor energi dan mineral, Phintraco menyoroti saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang ditutup menguat di Rp4.150 atau naik 1,22%. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) terkoreksi tipis 0,63% menjadi Rp1.585 per lembar saham pada penutupan kemarin.
Rekomendasi selanjutnya tertuju pada emiten minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang mencatatkan performa cukup impresif. Saham ini berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 2,48% ke level Rp1.240 per saham seiring sentimen positif harga minyak dunia.
Kenaikan harga saham berbasis komoditas ini sejalan dengan tren rebound harga global yang memberikan katalis positif bagi kinerja emiten. Investor dapat memanfaatkan momentum koreksi atau pullback jangka pendek untuk melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham energi potensial tersebut.
5. Pilihan Bank Syariah
Beralih ke sektor perbankan syariah, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai pilihan menarik hari ini. Saham bank syariah terbesar ini ditutup di zona hijau pada level Rp2.920 atau mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,34% pada penutupan perdagangan kemarin.
Pilihan kedua di sektor ini jatuh pada saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang menunjukkan pergerakan teknikal cukup solid. Saham BTPS berhasil menguat 1,78% ke level Rp1.145 per saham, didukung oleh volume transaksi yang mulai terlihat meningkat.
Kedua saham perbankan syariah ini dinilai memiliki valuasi yang masih cukup atraktif dengan fundamental kinerja keuangan yang tetap terjaga stabil. Potensi pembalikan arah teknikal atau rebound lanjutan masih sangat terbuka lebar mengikuti sentimen positif pergerakan indeks hari ini.

Alvin Bagaskara
Editor
