Tren Pasar

BULL Masuk Babak Akhir Tender PLN, Bagaimana Peluangnya?

  • BULL masuk daftar pendek tender 5 unit FSRU raksasa milik PLN. Intip besarnya peluang serta strategi ekspansi emiten maritim ini mengincar kontrak jangka panjang.
15.jpeg
Ilustrasi bisnis PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL). (bull.co.id)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Manuver emiten armada laut PT Buana Lintas Lautan Tbk kini sukses membetot perhatian komunitas investor Stockbit. Perusahaan berkode saham BULL tersebut dilaporkan tengah bersiap meraup pendapatan baru menggarap sektor infrastruktur energi gas bumi skala nasional.

Analis Phintraco Sekuritas Muhamad Heru Mustofa mencermati eskalasi konflik geopolitik kawasan Selat Hormuz sangat berpotensi memicu lonjakan harga sewa tanker dunia. Situasi penuh ketidakpastian tersebut justru menghadirkan momentum emas mengerek angka pencapaian laba bersih perseroan melesat sangat tajam tahun ini.

Heru menjelaskan ketegangan militer kawasan perairan Timur Tengah memaksa banyak armada menghindari rute rawan sehingga otomatis memangkas pasokan logistik energi global. "Peningkatan risiko kawasan Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan tarif tanker global," jelas Heru dalam risetnya dikutip pada Senin, 16 Maret 2026.

Proyek Gasifikasi Nasional

Selain itu, kata Heru, prospek cerah BULL juga semakin  benderang seiring ambisi pemerintah mempercepat program gasifikasi pembangkit listrik nasional. Pasalnya, agenda transisi energi ramah lingkungan menuntut kesiapan infrastruktur distribusi gas alam cair yang memadai menjangkau seluruh wilayah pelosok penjuru negeri.

Asal tahu saja, Perusahaan Listrik Negara (PLN) merespons instruksi strategis tersebut melalui rencana pengadaan 5 unit fasilitas penyimpanan regasifikasi terapung ukuran raksasa. Kebutuhan fasilitas bernilai triliunan rupiah tersebut langsung memicu perebutan ketat antara sejumlah konsorsium maritim unggulan kelas berat tingkat global.

Heru bilang manuver cerdas manajemen BULL menggandeng mitra strategis sukses membawa tim konsorsium mereka lolos menuju tahap seleksi paling akhir. Keberhasilan menembus daftar pendek peserta tender proyek vital negara membuktikan kualitas armada perseroan sangat diakui oleh otoritas kelistrikan domestik.

Nantinya, pemenang lelang fasilitas gasifikasi memegang kontrak sewa jangka panjang yang menjamin stabilitas arus kas bernilai sangat fantastis kelak. "Konsorsium BULL telah ditunjuk sebagai salah 1 kandidat terpilih daftar pendek peserta lelang tender," papar Heru.

Kinerja Keuangan Perseroan

Dari sisi kinerja, Phintraco Sekuritas menyoroti rekam jejak BULL yang berpotensi besar mencetak rekor keuntungan fantastis tahun depan. Kinerja keuangan perusahaan terbukti solid sepanjang kuartal III-2025 lewat torehan pendapatan memukau menembus US$107 juta dolar.

Bila dirinci, lonjakan pemasukan bersih emiten maritim ini utamanya ditopang operasional segmen kapal tanker minyak mentah beserta armada fasilitas penyimpanan terapung. Segmen bisnis andalan perusahaan sukses menyumbang nilai pemasukan amat dominan mencapai angka fantastis US$103,44 juta dolar.

Sebelumnya, riset MNC Sekuritas menemukan strategi efisiensi anggaran perusahaan terbukti sangat cerdas melalui skema pembelian 12 armada kapal bekas seharga 40 juta dolar. Langkah ini sukses menghemat ratusan juta dolar ketimbang membeli unit baru seharga 270 juta dolar.

Sinyal Akumulasi Kuat 

Strategi tersebut direspons positif oleh pasar lewat lonjakan jumlah pemodal ritel yang mengoleksi saham maritim ini hingga menyentuh angka 84.871 entitas per akhir Februari 2026. Peningkatan kepemilikan didorong rencana manajemen memburu suntikan modal investor global sebelum semester satu tahun ini.

Heru menambahkan valuasi perusahaan dinilai amat menarik mengingat fundamental bisnis terus bertumbuh kuat mengarungi gelombang sentimen makroekonomi sedunia kini. Strategi ekspansi armada memfasilitasi kebutuhan pasar energi bersih dunia memastikan posisi dominan perseroan menguasai pangsa pasar perairan internasional secara luas.

Meskipun saat ini harga saham BULL masih terkoreksi Phintraco Sekuritas melihat peluang emas melakukan akumulasi bertahap menanti realisasi kontrak miliaran dolar Amerika. "Ke depan kami memperkirakan pendapatan perseroan tetap kuat mengingat tarif tanker relatif tinggi," tutup Heru.