Alasan BTS Comeback dengan Album Penuh Maret 2026
- BTS akan merilis album studio penuh yang sangat dinantikan pada 20 Maret 2026. Namun, apa alasan di balik itu semua?

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – BTS akan merilis album studio penuh yang sangat dinantikan pada 20 Maret 2026. Album ini menjadi rilisan pertama mereka sejak ketujuh anggota menyelesaikan wajib militer di Korea Selatan pada tahun 2024 dan 2025. Menurut Big Hit Music, album tersebut akan berisi 14 lagu.
Pihak label menyatakan keputusan untuk kembali dengan album penuh dibuat untuk sepenuhnya menangkap dan menyampaikan apa yang sedang dipikirkan BTS saat ini.
Namun, pelaku industri melihat adanya tujuan jangka panjang yang lebih jelas di balik langkah tersebut, yakni memposisikan BTS agar meraih kemenangan Grammy pertama mereka, penghargaan terakhir yang belum diraih dalam karier grup yang belum pernah terjadi sebelumnya.
- Baca Juga: 2026 Bawa Peluang Baru untuk K-pop di China
BTS telah dinominasikan untuk Grammy Awards sebanyak empat kali hingga saat ini, tiga kali untuk kategori Best Pop Duo/Group Performance pada periode 2021 hingga 2023, dan satu kali untuk Best Music Video pada 2023, tetapi belum berhasil membawa pulang piala.
Dilansir dari The Korea Herald, grup ini sendiri hampir telah meraih semua pencapaian besar lainnya di industri pop global, termasuk penghargaan tertinggi di American Music Awards dan berbagai kemenangan di Billboard Music Awards.
Dengan kurang dari satu bulan tersisa menuju Grammy Awards ke-68 dan absennya BTS dari daftar nominasi tahun ini, perhatian telah beralih ke Grammy 2027 sebagai peluang paling realistis bagi mereka untuk akhirnya meraih terobosan.
“Selama masa dinas militer mereka, pasti ada banyak lagu yang terkumpul, lagu-lagu yang ditulis oleh para anggota sendiri, lagu-lagu yang dikurasi oleh tim A&R (artis dan repertoar), dan demo yang dikirimkan oleh penulis lagu dari seluruh dunia,” kata kritikus musik Lim Hee-yun.
“Menyajikan semua itu melalui album penuh terasa seperti cara paling khas BTS untuk melakukan comeback.”
Lim Hee-yun menambahkan pertimbangan Grammy kemungkinan besar merupakan faktor utama di balik keputusan tersebut. “Hampir pasti mereka menyiapkan lagu-lagu tersebut dengan mempertimbangkan Grammy. Lagu utama mungkin dipilih agar mudah diakses secara luas, seperti ‘Dynamite,’ sementara lagu-lagu B-side kemungkinan lebih ambisius secara musikal.”
Dalam ajang Grammy, album penuh umumnya dianggap sebagai indikator kedalaman artistik dan kohesi naratif yang lebih kuat daripada EP, yang sering dikaitkan dengan artis pendatang baru. Bagi artis yang mengincar kategori umum bergengsi, termasuk nominasi album terbaik tahun ini, album studio pada dasarnya menjadi syarat utama.
Menurut aturan Grammy, album harus menyertakan setidaknya lima lagu dengan total durasi 15 menit, atau melebihi 30 menit terlepas dari jumlah lagu, agar memenuhi syarat untuk kategori album. Album BTS berisi 14 lagu jelas memenuhi ketentuan tersebut, sekaligus memberi ruang luas untuk menampilkan kesinambungan tema dan ambisi musikal.
Yang tak kalah penting adalah narasi. Comeback grup lengkap setelah menyelesaikan wajib militer menandai apa yang oleh banyak penggemar dan kritikus dianggap sebagai babak kedua BTS, sebuah kisah yang berpotensi kuat menarik perhatian para pemilih Recording Academy.
Waktu perilisan juga memainkan peran penting. Perilisan di bulan Maret memberi BTS sekitar delapan bulan untuk memenuhi syarat dan melakukan promosi sebelum nominasi Grammy diumumkan pada bulan November.
Jendela waktu tersebut akan memungkinkan album ini untuk memantapkan dirinya sebagai salah satu rilisan penting tahun ini, berpotensi mendominasi Billboard 200 dan Hot 100 sepanjang musim semi dan musim panas.
Dari Mei hingga Agustus, BTS juga dapat memaksimalkan eksposur di hadapan pemilih Grammy melalui wawancara media Amerika Serikat, kampanye radio, dan penampilan di berbagai festival.
Jika tur dunia mereka yang diperkirakan akan diumumkan pada 14 Januari, mencakup banyak jadwal di AS pada paruh pertama tahun ini, momentum penampilan langsung tersebut berpotensi semakin menguatkan peluang mereka di kategori seperti best pop duo or group performance.
Sementara itu, spekulasi mengenai warna musik album serta para kolaboratornya terus ramai dibicarakan secara online. Antusiasme semakin meningkat setelah penulis lagu sekaligus produser Jon Bellion mengungkap dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa ia sempat bekerja bersama BTS di Los Angeles, bersama produser kenamaan Max Martin.
Para penggemar juga menyoroti rumor yang menyebutkan adanya kembalinya nuansa awal BTS yang lebih gelap dan dipengaruhi hip-hop, namun ditafsirkan ulang dengan pendekatan yang lebih dewasa. Sebagian berspekulasi lagu utama tidak akan terlalu condong ke pop cerah ala “Dynamite,” melainkan lebih mengarah pada intensitas dramatis dan berorientasi performa seperti “On” atau “Black Swan.”
Jika benar, arah tersebut akan sangat sejalan dengan selera pemilih Grammy yang cenderung mengapresiasi refleksi artistik dan kedalaman musical, kualitas yang selama ini diklaim BTS sebagai identitas mereka di luar kesuksesan tangga lagu.

Distika Safara Setianda
Editor
