Catat, Ini Langkah Singkat Jadi Eksportir Modal Kuota
- Ekspor kini bisa dimulai dari rumah hanya bermodal internet. Panduan ini memetakan langkah praktis jadi eksportir tanpa modal besar.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Kegiatan ekspor kini tidak lagi identik dengan modal besar, pabrik, maupun perusahaan skala besar. Dengan dukungan internet dan akses digital yang semakin luas, Anda dapat memulai aktivitas ekspor secara mandiri. Konsep ini membuka peluang baru bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala usia, mobilitas, maupun keterbatasan modal.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia Januari–November 2025 mencapai US$256,56 miliar atau naik 5,61% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Angka ini menunjukkan tren yang positif yang mampu membangkitkan ekonomi masyarakat.
Seorang Eksportir asal Indonesia Dewi Harlas, membagikan sebuah tips dalam bentuk video pada akun Youtube UKM Eksporter Indonesia (@ukm_eksporter_indonesia), yang diunggah pada Oktober 2025. Video tersebut dibuat mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk panduan bertajuk tutorial lengkap step by step menjadi eksportir modal kuota internet dari rumah.
Menurut paparan Dewi, ekspor justru menjadi solusi di tengah ketatnya persaingan pasar domestik. Berbeda dengan pasar lokal yang cenderung padat dan kompetitif, pasar global menawarkan permintaan terhadap produk tertentu yang tidak dapat diproduksi di negara tujuan.
Ia juga menyoroti kuatnya anggapan keliru di masyarakat, yang beranggapan bahwa menjadi eksportir harus memiliki modal besar dan produksi sendiri. Di era digital saat ini, peran eksportir lebih banyak sebagai penghubung antara produsen dan pembeli luar negeri, dengan memanfaatkan platform online dan jejaring global.
Berikut Langkah-Langkah Jadi Eksportir Modal Kuota
Panduan ini merinci sejumlah tahapan utama yang dapat dilakukan pemula untuk memulai ekspor dari rumah, yaitu:
1. Menentukan Produk Ekspor

Tahap awal dimulai dengan menetapkan produk yang akan dijual ke pasar global. Bagi pemula, Anda disarankan memilih produk non konsumsi seperti kerajinan tangan, furnitur, dekorasi rumah, atau fesyen karena tidak memerlukan sertifikasi keamanan pangan yang kompleks di negara tujuan ekspor.
2. Mencari dan Menyeleksi Supplier
Eksportir perlu menjalin kerja sama dengan pemasok yang dapat dipercaya dan konsisten dalam kualitas serta waktu produksi. Idealnya, eksportir memiliki lebih dari satu supplier untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan menghindari ketergantungan pada satu pihak.
3. Menyiapkan Legalitas Usaha

Legalitas usaha menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan pembeli luar negeri. Dalam hal ini, Anda harus membentuk usaha berupa PT, CV, firma, hingga PT perorangan yang dapat didirikan dengan biaya relatif terjangkau dan proses cepat.
4. Menyusun Marketing Kit
Marketing kit berfungsi sebagai alat utama pemasaran, mencakup website, profil perusahaan, katalog produk, serta akun media sosial. Saat proses marketing berlangsung, pastikan informasi yang disajikan harus memuat spesifikasi produk, variasi, kapasitas produksi, dan ketentuan pemesanan secara jelas.
5. Melakukan Riset Pasar Global

Eksportir perlu mengidentifikasi negara tujuan yang memiliki permintaan terhadap produk yang ditawarkan. Riset pasar perlu dilakukan untuk menghindari pemasaran ke negara yang justru menjadi produsen utama terhadap produk serupa.
6. Mencari Buyer Internasional
Pembeli luar negeri dapat diperoleh melalui pameran dagang, baik di dalam maupun luar negeri, serta melalui platform digital dan situs pencari buyer internasional yang tersedia secara gratis maupun berbayar.
Dalam konteks ini, Anda harus aktif menggunakan media sosial dan internet untuk mempromosikan produk hingga cakupan internasional. Cobalah untuk membuat rangkaian promosi secara digital ataupun menampilkan keunggulan yang menjadi daya tarik dari produk tersebut.
7. Pendekatan dan Penawaran Harga

Setelah menemukan calon pembeli, eksportir harus melakukan pendekatan awal melalui komunikasi email dengan menyertakan katalog dan profil perusahaan. Tahap ini dilanjutkan dengan penerbitan penawaran harga atau quotation, yang dapat menggunakan skema harga ex-work untuk pemula.
8. Pengaturan Sistem Pembayaran yang Aman
Untuk meminimalkan risiko, sistem pembayaran disarankan dilakukan dengan skema pembayaran di muka atau pelunasan sebelum pengiriman barang. Praktik pembayaran tanpa uang muka atau sistem bayar di tempat lintas negara dinilai berisiko tinggi. Maka dari itu, Anda harus menyediakan metode pembayaran yang tersedia di seluruh negara seperti melalui transfer bank, e-wallet, virtual account, ataupun QRIS jika cakupan negara tersebut di wilayah Asia.
Panduan ini menjadi gambaran bahwa internet telah memangkas banyak hambatan yang banyak dihadapi oleh eksportir pemula. Akses terhadap informasi, pembelajaran mandiri, hingga komunikasi dengan pembeli luar negeri kini dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan rumah.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan pemanfaatan teknologi digital, aktivitas ekspor tidak lagi menjadi monopoli perusahaan besar, melainkan peluang terbuka bagi pelaku UMKM serta individu yang ingin menembus pasar global secara bertahap.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
