Pesan Sherly Annavita di MitMe Fest: Bertumbuh Harus Punya Tujuan Jelas
- MitMe Fest 2026 menghadirkan Sherly Annavita. Ia menekankan jika bertumbuh harus dimulai dari tujuan yang jelas agar tidak terjebak arus

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Di tengah derasnya arus informasi digital, proses bertumbuh kini tidak lagi sekadar soal bergerak cepat, tetapi tentang memiliki arah yang jelas.
Hal ini menjadi sorotan dalam talkshow MitMe Fest 2026, ketika content creator, public speaker, dan aktivis muda Indonesia, Sherly Annavita membagikan pandangannya tentang makna bertumbuh di era media sosial.
Menurut Sherly, fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan banyak orang terlihat aktif, produktif, dan terus bergerak. Namun di balik itu, tidak sedikit yang sebenarnya hanya terjebak dalam rutinitas tanpa arah.
Kondisi ini diperparah dengan tekanan media sosial yang mendorong seseorang untuk terus mengikuti tren, tanpa sempat memahami tujuan pribadinya.
“Di zaman tsunami informasi seperti sekarang, menjadi Kartini adalah menjadi diri sendiri. Semakin kita mengenal siapa diri kita, tahu apa yang kita mau, maka kita akan makin fokus dengan tujuan.” ujar Sherly kala memberikan paparan dalam acara talkshow MitMe Fest 2026, di Blok M, Jakarta.
Sherly menekankan bahwa mengenal diri sendiri menjadi fondasi utama dalam proses bertumbuh. Tanpa itu, seseorang akan mudah terdistraksi dan kehilangan arah di tengah banjir informasi.
Baca juga : Hadiri MitMe Fest 2026, Stafsus Presiden Dorong UMKM Go Digital
Tak Semua Kesibukan Jadi Produktivitas
Ia juga menyoroti kesalahan umum yang sering terjadi, terutama pada generasi muda, yaitu menyamakan kesibukan dengan produktivitas. Banyak orang merasa sudah berkembang hanya karena melakukan banyak hal, padahal tidak semua aktivitas membawa dampak nyata terhadap tujuan hidup.
“Kesalahan saya 10 tahun yang lalu adalah saya sibuk, bukan produktif. Semua hal saya ambil, semua tren saya ikuti. Hari ini viral, saya ikut. Besok tren baru, saya ikut lagi. Semua kesempatan saya iya-kan.” tambah Sherly.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik penting dalam memahami bahwa bertumbuh membutuhkan seleksi, bukan sekadar aksi. Menentukan prioritas, memahami posisi diri, dan menetapkan tujuan menjadi langkah krusial agar proses yang dijalani tidak sia-sia.
Dalam konteks media sosial, tantangan bertumbuh menjadi semakin kompleks. Platform digital kini bukan hanya tempat berbagi, tetapi juga ruang yang penuh distraksi dan perbandingan sosial. Tanpa kendali yang kuat, seseorang bisa dengan mudah terbawa arus viralitas dan standar semu yang dibentuk oleh algoritma.
Baca juga : Gaji Green Job vs Pekerjaan Konvensional: Mana Lebih Besar?
Sherly mengingatkan apa yang terlihat di media sosial sering kali tidak mencerminkan realitas sepenuhnya. Banyak orang hanya menampilkan hasil akhir, bukan proses panjang yang dilalui.
“Kita sering melihat hidup orang lain di media sosial dan merasa mereka lebih sukses, lebih mudah. Padahal yang kita lihat hanyalah puncak gunung es. Kita tidak melihat proses panjang di baliknya.” pungkas Sherly.
Karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki tujuan yang jelas sebelum terjun lebih dalam ke dunia digital. Dengan tujuan yang kuat, media sosial bisa menjadi alat untuk bertumbuh, bukan justru menjadi sumber tekanan.
Melalui talkshow ini, Sherly menegaskan jika bertumbuh bukan tentang menjadi yang paling cepat, tetapi tentang menjadi yang paling sadar arah. Di tengah dunia yang serba instan dan kompetitif, kemampuan untuk tetap fokus pada tujuan pribadi menjadi kunci utama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
