MitMe Fest 2026: Mentor UMKM Ungkap Cara Bangun Usaha Dari Nol
- Founder MitMe, Adhitya Noviardi, ungkap strategi membangun UMKM tanpa modal besar di MitMe Fest, dari komunitas hingga pentingnya disiplin.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – MitMe Fest Talkshow yang digelar di M Bloc Space pada 24–26 April 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi inspiratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu program yang menjadi sorotan adalah fasilitasi sertifikasi halal gratis yang diikuti oleh 23 UMKM.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan sejumlah sesi talkshow dengan tema yang relevan bagi pengembangan diri dan bisnis. Dalam salah satu sesi, Adhitya Noviardi, mentor UMKM sekaligus Founder MitMe, menekankan bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dari modal finansial yang besar.
“Jika bicara UMKM, sebenarnya tidak selalu harus dimulai dengan modal uang. Modal bisa berupa relasi, jaringan, atau komunitas. Selama kita memahami kebutuhan pasar, peluang usaha tetap bisa dijalankan,” ujar Adhitya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menjelaskan, pemanfaatan komunitas menjadi salah satu strategi awal yang efektif bagi pelaku usaha pemula. Dengan kesamaan minat dan kebutuhan dalam komunitas, peluang bisnis dapat muncul secara alami dan berkembang secara bertahap.
“Salah satu cara memulai adalah dengan memanfaatkan komunitas. Ketika sebuah komunitas memiliki hobi yang sama, pasti ada kebutuhan yang bisa dipenuhi,” jelasnya.
Baca juga : MitMe Fest 2026 Jadi Wadah UMKM Scale Up dan Go Digital
Menurut Adhitya, pelaku usaha bisa memulai dari skala kecil, seperti menjual produk berbasis komunitas, misalnya kaos dengan identitas tertentu. Seiring bertambahnya jaringan dan permintaan, usaha tersebut dapat berkembang lebih besar.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menentukan tujuan usaha sejak awal. Pilihan menjadi reseller, dropshipper, atau membangun brand sendiri membutuhkan pendekatan strategi yang berbeda.
“Pada akhirnya, semua kembali ke tujuan usaha. Apakah ingin menjadi reseller, dropshipper, atau membangun brand sendiri masing-masing memiliki strategi yang berbeda,” katanya.
Kemauan, Keberanian dan Komitmen
Dalam kesempatan tersebut, Adhitya juga menyoroti tiga hal utama yang perlu dimiliki seorang wirausaha, yaitu kemauan untuk membangun usaha, keberanian untuk memulai, serta komitmen untuk terus berkembang. “Kedua, berani memulai, karena tanpa aksi, ide hanya akan menjadi wacana,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu terbuka terhadap kolaborasi dan tidak membatasi diri pada satu sektor saja. Menurutnya, peluang bisnis sering kali datang dari jaringan yang lebih luas.
Ke depan, pelaku UMKM dituntut untuk semakin adaptif terhadap perubahan. Perkembangan dunia usaha yang cepat mengharuskan pelaku usaha untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi. “Jangan terus melakukan hal yang sama jika hasilnya tidak berubah. Evaluasi dan inovasi harus dilakukan agar usaha bisa berkembang,” ujarnya.
Baca juga : UMKM Diopeni Bangkit Lewat BRI, Perempuan Jadi Motor Ekonomi
Lebih lanjut, Aditya menekankan disiplin menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha. “Bukan hanya soal kecerdasan, tetapi konsistensi dalam menjalankan proses yang membuat usaha bisa bertahan dan tumbuh,” ujarnya.
Melalui kombinasi edukasi, inspirasi, serta dukungan nyata seperti sertifikasi halal gratis, MitMe Fest Talkshow diharapkan mampu mendorong UMKM Indonesia untuk naik kelas dan semakin kompetitif di pasar yang lebih luas.

Chrisna Chanis Cara
Editor
