Tren Ekbis

UMKM Diopeni Bangkit Lewat BRI, Perempuan Jadi Motor Ekonomi

  • BRI dorong UMKM Diopeni naik kelas lewat pelatihan dan KUR. Usaha ini angkat tenun lurik sekaligus berdayakan perempuan.
WhatsApp Image 2026-04-23 at 13.29.09 (1).jpeg
Peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam pemberdayaan UMKM kembali terlihat lewat kisah Diopeni, brand fashion berbasis tenun lurik yang tumbuh dari usaha rumahan menjadi bisnis bernilai ekonomi tinggi. (BRI)

MALANG, TRENASIA.ID – Peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam pemberdayaan UMKM kembali terlihat lewat kisah Diopeni, brand fashion berbasis tenun lurik yang tumbuh dari usaha rumahan menjadi bisnis bernilai ekonomi tinggi. 

Dukungan lewat Rumah BUMN dan akses pembiayaan mendorong usaha ini naik kelas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perempuan.

Di tengah tren ekonomi kreatif dan dorongan inklusi keuangan, model pembinaan seperti ini menjadi contoh bagaimana UMKM bisa berkembang tanpa kehilangan identitas lokal.

Diopeni atau Dondomane Handmade dirintis Peni Budi Astuti sejak 2016 dari hobi menjahit. Ia melihat peluang pada kain lurik yang selama ini dianggap kuno, lalu mengemasnya menjadi produk fashion modern.

Produk yang dihasilkan beragam, dari tunik, outer, hingga blazer. Keunggulannya ada pada desain eksklusif, setiap potong memiliki motif berbeda. Pendekatan ini memberi nilai tambah di pasar yang mulai mencari produk unik dan berkarakter.

Tak hanya fashion, Diopeni juga mengembangkan produk turunan berbasis limbah kain, mulai dari tas hingga aksesoris. Strategi ini menekan biaya sekaligus membuka lini pendapatan baru.

Pemberdayaan Perempuan Jadi Inti Bisnis

Diopeni tidak sekadar bisnis, tetapi juga platform pemberdayaan. Usaha ini mempekerjakan perempuan lansia dan ibu tunggal, memberi mereka akses penghasilan dari rumah.

“Perempuan sebaiknya memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga agar menjadi sosok yang kuat dan tangguh,” kata Peni.

Model ini relevan di tengah tingginya kelompok perempuan yang berada di sektor informal tanpa perlindungan ekonomi memadai.

Peran BRI: Dari Pelatihan ke Permodalan

Perkembangan Diopeni tidak lepas dari ekosistem pembinaan BRI melalui Rumah BUMN Malang. Sejak 2017, pelaku usaha ini mendapat pelatihan dari pengelolaan keuangan hingga pemasaran digital.

Peni menyebut fasilitas ini membantu UMKM memahami bisnis secara lebih terstruktur, termasuk akses legalitas seperti sertifikasi halal dan HAKI.

Selain itu, dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi kunci ekspansi. Dana digunakan untuk memperkuat produksi hingga membangun mini galeri yang meningkatkan kepercayaan konsumen.

UMKM Naik Kelas, Dampak Ekonomi Nyata

Kisah Diopeni menunjukkan pola baru pemberdayaan UMKM.

Pertama, pembinaan tidak berhenti di pelatihan, tetapi terhubung dengan akses pembiayaan dan pasar. Ini yang membuat UMKM bisa benar-benar naik kelas.

Kedua, ada efek sosial langsung. Ketika perempuan mendapat akses ekonomi, dampaknya menjalar ke ketahanan keluarga dan komunitas.

Ketiga, bagi BRI, model ini memperkuat basis nasabah mikro sekaligus menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Sinergi pembinaan dan pembiayaan menjadi kunci UMKM bertahan dan berkembang. Diopeni membuktikan, dengan pendekatan yang tepat, usaha kecil bisa menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial yang luas.