Sekolah Rakyat Terus Diguyur Dana Besar, Gimana Evaluasinya?
- Presiden Prabowo baru saja meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Hingga akhir 2025, realisasi anggaran mencapai Rp6,6 triliun atau 85% dari pagu anggaran.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) awal pekan ini. Peresmian tersebut dilakukan sekaligus dengan peninjauan langsung Sekolah Rakyat Terpadu 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Melalui peresmian ini, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan manusia melalui pendidikan menjadi prioritas utama," ujar Presiden RI Prabowo Subianto, dikutip Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program komitmen pemerintah yang hadir untuk rakyat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga memastikan dukungan penuh agar anak-anak dapat belajar dan menggapai masa depan yang jauh lebih baik.
Di tahun 2025, 63 Sekolah Rakyat Tahap I selesai 100% dan telah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar pada tahun ajaran baru 2025/2026 sejak 14 Juli 2025. Kini, sebanyak 166 sekolah sudah diresmikan dan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Anggaran Pembangunan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran Program Sekolah Rakyat (SR) mencapai Rp6,6 triliun hingga akhir tahun anggaran 31 Desember 2025. “Per 31 Desember 2025, realisasi program Sekolah Rakyat sebesar Rp6,6 triliun atau 85% dari pagu," ujar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam Konferensi Pers APBN Kita.

Thomas menyampaikan angka tersebut setara dengan 85% dari total pagu anggaran sebesar Rp8,2 triliun yang disiapkan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Ia juga menjelaskan penyerapan anggaran Program Sekolah Rakyat didominasi oleh belanja infrastruktur pendidikan.
Sebesar Rp5,4 triliun disalurkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk kegiatan renovasi dan peningkatan fasilitas di berbagai sentra pendidikan. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp1,1 triliun dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendukung operasional dan penyelenggaraan pendidikan pada 166 unit Sekolah Rakyat.
Program tersebut mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari sisi sasaran, intervensi anggaran ini menjangkau sebanyak 15.895 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya pada kelompok desil 1 dan desil 2.
Evaluasi Pelaksanaan
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Mahdalena meminta pemerintah untuk memonitoring dan evaluasi rutin terhadap aktivitas pembelajaran di Sekolah Rakyat.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan hari pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat. Antusiasme siswa dan orangtua untuk bersekolah di Sekolah Rakyat sangat tinggi. Antusiasme ini harus tetap dijaga dengan memastikan bahwa semua ketentuan akan berjalan sesuai dengan yang ditetapkan. Saya minta dilakukan evaluasi berkala untuk memastikan program ini sesuai dengan amanah Presiden Prabowo,” ungkapnya.
Menurut Mahdalena, evaluasi juga harus dilakukan untuk melakukan identifikasi masalah dan hambatan di dalam pelaksanaan. Beberapa permasalahan yang rentan muncul adalah terkait sarana dan prasana, pelaksanaan sistem belajar hingga kondisi siswi serta tenaga pengajar yang sesuai.
Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, mengatakan ada tiga aspek utama yang menjadi evaluasi program Sekolah Rakyat di dalam satu semester.
"Sekolah Rakyat sudah hampir satu semester berjalan. Oleh karena itu saat paling tepat sekarang ini melakukan evaluasi pelaksanaan dari Sekolah Rakyat," ujar Muhammad Nuh dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara komprehensif terhadap tiga aspek utama, yaitu:
- Aspek fisik dan kesehatan siswa, yang mencakup evaluasi mencakup kondisi tubuh siswa seperti berat badan, tinggi badan, kebugaran, dan kondisi medis lain untuk melihat perubahan kesehatan sejak masuk hingga setelah mengikuti program pembelajaran.
- Aspek psikososial dan talenta, yang merupakan penilaian terhadap perkembangan psikososial siswa serta pengembangan bakat dan potensi individual dari para siswa, bukan hanya sekadar capaian akademik semata.
- Aspek akademik siswa, yang merupakan pengukuran terhadap capaian kemampuan belajar dalam ranah pengetahuan dan keterampilan pendidikan formal yang diperoleh siswa selama program berjalan.
Ketiga indikator tersebut, dianggap menjadi tolok ukur utama keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam menilai dampak menyeluruh terhadap peserta didik, termasuk perubahan kondisi fisik, kemampuan sosial-emosional, dan prestasi akademik.

Chrisna Chanis Cara
Editor
