Wajib Tahu! Ini Skema Perhitungan Zakat Bagi Pengusaha
- Tak hanya zakat pribadi, pengusaha dan perusahaan juga wajib zakat jika capai nisab. Simak cara hitung dan ajakan tingkatkan infak-sedekah.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Dalam bulan suci Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk membayar zakat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan sarana berbagi kepada sesama manusia. Besaran zakat yang dikeluarkan tentunya memiliki skema perhitungan tepat, sesuai dengan jumlah harta dan kemampuan seseorang.
Kesadaran finansial generasi muda tidak hanya soal investasi dan perencanaan keuangan saja, tetapi juga mencakup kewajiban zakat, termasuk bagi pengusaha dan pemilik bisnis. Di tengah tumbuhnya startup dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang digerakkan anak muda, pemahaman tentang zakat perusahaan dan zakat pengusaha menjadi semakin relevan.
Berdasarkan panduan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), zakat perusahaan wajib ditunaikan apabila aset atau kekayaan usaha telah mencapai nisab dan melewati haul. Dalam menghitung zakat perusahaan, terdapat 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Nisab
Nisab zakat perusahaan setara dengan 85 gram emas. Jika total aset bersih perusahaan dalam satu tahun mencapai atau melampaui nilai tersebut, maka zakat wajib dikeluarkan.
2. Haul
Haul adalah masa kepemilikan harta selama satu tahun hijriah sejak mencapai nisab.
3. Tarif Zakat
Besaran zakat perusahaan umumnya adalah 2,5% dari total harta bersih yang telah memenuhi nisab dan haul.
Perhitungan ini biasanya dilakukan terhadap aset lancar dikurangi kewajiban jangka pendek. Dalam konteks ini, yang dihitung adalah nilai kekayaan riil yang dimiliki perusahaan setelah dikurangi utang operasional.
Lalu Bagaimana dengan Zakat Pengusaha?
Selain zakat perusahaan berbadan hukum, pengusaha perorangan atau pemilik UMKM juga wajib menunaikan zakat perdagangan apabila usahanya memenuhi kriteria.
Zakat pengusaha dihitung dari:
- Modal usaha
- Keuntungan yang diperoleh
- Persediaan barang dagangan
- Piutang yang kemungkinan besar tertagih
Jika total bersihnya mencapai nisab (setara 85 gram emas) dan sudah berjalan satu tahun setelah dikurangi utang jangka pendek serta biaya operasional, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%.
Contoh sederhana:
Jika seorang pengusaha muda memiliki total aset usaha bersih Rp200 juta dalam satu tahun dan telah mencapai haul, maka zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5% dari Rp200 juta, yakni Rp5 juta.
Di sisi lain, Kementerian Agama mengajak umat Islam untuk tidak hanya terpaku pada kewajiban minimal zakat, tetapi juga memperkuat infak dan sedekah. Perlu diketahui bahwa infak dan sedekah bersifat sukarela dan dapat disalurkan untuk berbagai kebutuhan sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Baca juga: 5 Strategi Kelola THR Bagi ASN Gen Z
Relevansi bagi Generasi Muda
Bagi generasi muda yang kini banyak terjun ke dunia bisnis digital, kreator konten, hingga UMKM, zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial. Dengan memahami cara menghitung zakat, pengusaha memiliki beberapa keuntungan diantaranya:
- Menjalankan usaha yang berkelanjutan secara spiritual dan sosial
- Membangun reputasi bisnis yang beretika
- Berkontribusi pada penguatan ekonomi umat

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
