Trans Banyumas: Transportasi yang Inklusif dan Hemat Biaya
- Trans Banyumas dirancang bukan sekadar angkutan umum, tetapi solusi mobilitas hemat, inklusif, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Banyumas.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Pemerintah Kabupaten Banyumas resmi membuka koridor baru layanan bus BTS Trans Banyumas yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026, sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Koridor baru, yang dikenal sebagai Koridor 4, menghubungkan Terminal Bulupitu Purwokerto dengan Terminal Kejawar di wilayah selatan Banyumas.
Sepanjang jalur ini, Trans Banyumas melintasi beberapa titik strategis seperti RSUD Banyumas, Alun-Alun Banyumas, Taman Andang Pangrenan, Pasar Wage, Pasar Sokaraja, dan kawasan kota lama. Dengan rute yang melewati pusat kegiatan warga, transportasi publik ini membuka akses yang lebih inklusif bagi pelajar, pekerja, dan pelaku UMKM.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di halaman Pendopo Bale Adipati Mrapat, Kecamatan Banyumas. Ekspansi trayek ini merupakan bagian dari strategi penguatan transportasi publik di Banyumas sekaligus upaya meningkatkan jumlah penumpang Trans Banyumas pada 2026.
"Koridor 4 juga diharapkan mampu memperluas layanan bagi masyarakat Banyumas bagian selatan serta mendukung kawasan wisata Kota Lama Banyumas," kata Sadewo, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
Hemat Biaya dan Lebih Terjangkau
Berdasarkan jurnal Inovasi Transportasi Publik dan Kepuasan Masyarakat: Studi atas Layanan Bus Trans Banyumas yang diunggah pada laman idreach, Trans Banyumas dibentuk sebagai bagian dari inovasi layanan transportasi publik berbasis Bus Rapid Transit (BRT) melalui program Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan.
Tujuan utamanya bukan sekadar menyediakan moda transportasi, tetapi menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, inklusif, berkelanjutan di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Dari sisi pelayanan, Trans Banyumas dirancang untuk memperluas akses transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, pekerja, hingga kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Kebijakan tarif murah dan subsidi pemerintah menunjukkan bahwa layanan ini memiliki misi sosial, yakni memastikan masyarakat tetap dapat mengakses transportasi berkualitas dengan biaya terjangkau.
Tujuan lainnya adalah mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyebab kemacetan dan polusi udara. Dengan armada yang mampu mengangkut banyak penumpang sekaligus serta pengaturan rute yang strategis, Trans Banyumas diharapkan mampu menekan volume kendaraan di jalan dan menciptakan mobilitas yang lebih efisien.
Dari jurnal tersebut juga dijelaskan layanan ini juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata. Rute yang menghubungkan terminal, pusat kota, kawasan pendidikan, perdagangan, hingga destinasi wisata memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mempermudah pergerakan masyarakat dan wisatawan.
Selain aspek mobilitas dan ekonomi, Trans Banyumas membawa misi transformasi layanan publik yang lebih modern melalui pemanfaatan teknologi digital, integrasi rute, serta peningkatan kualitas layanan. Hal ini menegaskan bahwa tujuan layanan bukan hanya menyediakan transportasi, tetapi juga meningkatkan standar pelayanan publik di sektor transportasi.
Secara keseluruhan, skala tujuan pelayanan Trans Banyumas tergolong luas, mencakup peningkatan akses transportasi, efisiensi mobilitas perkotaan, penguatan keadilan sosial melalui tarif terjangkau, dukungan terhadap ekonomi dan pariwisata daerah, serta upaya menciptakan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
