Tren Ekbis

Satelit N5 Perkuat Internet Daerah dan Ekonomi Digital

  • Satelit Nusantara Lima resmi capai orbit. Infrastruktur ini diharapkan memperluas akses internet dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
IMG-20260129-WA0006.jpg
Satelit Nusantara Lim (Siaran Pers)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Upaya pemerataan konektivitas digital nasional mendapat dorongan baru setelah Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113° Bujur Timur, tepat di atas wilayah Kalimantan pada Kamis, 29 Januari 2026. Keberhasilan ini membuka peluang lebih besar bagi percepatan transformasi digital, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Satelit N5 menuntaskan tahapan Electric Orbit Raising (EOR) setelah diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Amerika Serikat, pada 12 September 2025. Proses tersebut mengantarkan satelit ke orbit operasional di ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso menilai pencapaian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian infrastruktur digital Indonesia. Menurutnya, kehadiran Satelit N5 akan menjadi tulang punggung pemerataan akses internet berkapasitas besar.

“Kami bersyukur SNL telah berhasil tiba di orbit 113° Bujur Timur sesuai dengan rencana. Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapan teknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya,” ujar Adi, Kamis, 29 Januari 2026.

Adi menambahkan, konektivitas yang lebih andal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan layanan publik, hingga penguatan sektor kesehatan, lingkungan, serta pertahanan dan keamanan.

Satelit Nusantara Lima. Source: Siaran Pers

Secara teknologi, Satelit N5 mengusung konsep Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps dan 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Dengan beroperasinya satelit ini, total kapasitas satelit nasional diproyeksikan menembus 400 Gbps, terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono, menjelaskan bahwa setelah tiba di orbit, satelit akan memasuki fase pengujian menyeluruh.

“Tahapan ini untuk memverifikasi kesehatan dan performa satelit pasca peluncuran serta integrasi dengan jaringan stasiun bumi. Prosesnya sekitar 90 hari sebelum dilakukan spacecraft handover,” jelas Satrio.

Untuk mendukung operasional, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Infrastruktur ini menjadi kunci agar layanan broadband satelit dapat berjalan stabil dan berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi digital, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai Satelit N5 berpotensi memperluas peluang usaha, khususnya bagi pelaku UMKM di daerah.

“Kehadiran Satelit N5 sebagai infrastruktur digital harus dimaksimalkan untuk pengelolaan bisnis agar tumbuh berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat serta negara,” ujar Gita saat berkunjung ke Stasiun Bumi PSN di Cikarang.

Mengacu pada proyeksi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai transaksi ekonomi digital Indonesia (Gross Merchandise Value/GMV) diperkirakan mencapai US$ 360 miliar pada 2030. Keberadaan Satelit N5 dinilai dapat mempercepat realisasi target tersebut dengan memperkecil kesenjangan akses internet antarwilayah.

PSN menargetkan Satelit Nusantara Lima beroperasi penuh pada April 2026 dan menjadi penggerak utama konektivitas data berkapasitas besar di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.