GOTO Buka Jalan Driver Ojol Kuliah hingga Jadi Pengusaha
- GOTO fasilitasi mitra ojol kuliah dan jadi pengusaha lewat Bakti GOTO untuk Negeri. Tersedia beasiswa, modal usaha, hingga pelatihan kerja profesional.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) meluncurkan program "Bakti GOTO untuk Negeri" yang menyediakan fasilitas pendidikan dan pelatihan wirausaha bagi mitra pengemudi ojol. Program yang diperkenalkan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin, 27 Januari 2026, ini menargetkan peningkatan kapasitas ekonomi keluarga mitra di luar pendapatan operasional harian.
Wakil Direktur Utama Grup GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo, menjelaskan pendekatan perusahaan terhadap kemitraan kini diarahkan pada aspek keberlanjutan jangka panjang. Menurutnya, hubungan antara perusahaan dan mitra ojol perlu melampaui aspek transaksional harian dan mulai menyentuh kebutuhan masa depan keluarga.
Catherine menekankan pentingnya persiapan jangka panjang bagi keluarga mitra dalam sambutannya. "Kalau kita keluarga, kita enggak bisa cuma peduli soal hari ini. Kita harus peduli soal hari esok. Sama seperti Bapak Ibu semua di sini, bekerja untuk anak-anaknya. Bekerja untuk generasi selanjutnya," ujar Catherine.
Beasiswa untuk Ayah dan Anak
Dalam program tahun ini, skema beasiswa pendidikan mengalami perluasan cakupan penerima manfaat. Jika sebelumnya terbatas pada anak mitra, kini kesempatan menempuh pendidikan formal juga dibuka bagi mitra pengemudi ojol dan pasangannya yang berminat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo, memaparkan data terkait partisipasi keluarga mitra dalam program pendidikan yang telah berjalan. Ia mencatat sejumlah anak mitra ojol berhasil lolos seleksi masuk di berbagai perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Indonesia, melalui dukungan yayasan.
"Banyak yang berhasil masuk ke universitas ternama, Termasuk Universitas Indonesia. Tahun ini kami meningkatkan jumlah penerima beasiswa hingga seratus lima puluh penerima beasiswa," ungkap Hans.
Hans kemudian merinci perubahan kriteria penerima manfaat dalam program beasiswa periode terbaru ini. "Dan mulai tahun ini, Bapak Ibu, program beasiswa juga terbuka untuk mitra driver, bukan hanya untuk anak dan keluarga," tambahnya mengenai akses pendidikan bagi pengemudi.
Dari Ojol Jadi Juragan Bengkel
Selain pendidikan, perusahaan juga menggulirkan program Mitra Swadaya untuk mendukung aktivitas ekonomi alternatif. Skema ini menyediakan bantuan modal berupa sarana fisik bagi mitra ojol yang memiliki rencana membuka usaha sampingan agar tidak sepenuhnya bergantung pada pendapatan di jalan.
Wardiasto, seorang mitra GOTO asal Solo, Jawa Tengah, menceritakan pengalamannya memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membuka bengkel motor. Ia menyebut bantuan operasional yang diterima memungkinkan pengelolaan usaha tanpa beban biaya sewa tempat, air, maupun listrik di lokasi usahanya.
"Kami mendapat tempat gratis, air gratis, dan listrik gratis. Jadi saya dan teman-teman hanya bermodal tenaga untuk merawatnya," tutur Wardiasto.
Wardiasto menilai diversifikasi pendapatan ini penting bagi stabilitas ekonomi rumah tangganya di samping pekerjaan utama. "Selain saya dan teman-teman on-bid setiap hari, kita bisa dapat pemasukan tambahan dari usaha kita ini," lanjutnya mengenai dampak ekonomi dari usaha bengkel tersebut.
Jembatan ke Sektor Formal
Akses ke sektor formal juga dibuka melalui platform Bursa Kerja (Jobseeker) yang menyediakan pelatihan pembuatan CV hingga simulasi wawancara. Dilan, mitra asal Jakarta, mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil mencapai tahap wawancara kerja di sebuah perusahaan media melalui jalur ini.
Dilan berharap program ini dapat memberikan stabilitas karier jangka panjang baginya. "Bagi saya ini kesempatan di mana kita bisa hidup lebih baik dan menikmati keberlanjutan," ujar Dilan saat sesi berbagi pengalaman di hadapan manajemen dan rekan mitra.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam acara tersebut turut menyoroti aspek kesehatan fisik sebagai modal kerja. Ia mengingatkan bahwa upaya peningkatan taraf hidup mitra ojol melalui pendidikan maupun usaha harus didasari oleh kondisi tubuh yang prima.
"Tugas saya sebagai Menteri Kesehatan itu menjaga Bapak Ibu tetap sehat. Supaya sejahtera, mesti sehat. Enggak boleh sakit," tegas Menkes Budi.
Tersedianya berbagai fasilitas seperti beasiswa, modal usaha, bursa kerja, serta jaminan kesehatan gratis memberikan opsi diversifikasi bagi pengemudi. Hal ini membuka peluang bagi mitra untuk mengembangkan kapasitas diri di luar rutinitas operasional sebagai pengemudi ojol di lapangan.

Alvin Bagaskara
Editor
