PLN Resmikan SPKLU Ultra Fast 480 kW Pertama
- PLN bersama Huawei dan Mega Energi Biru meresmikan SPKLU ultra fast 480 kW pertama di Indonesia di Gading Serpong.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - PT PLN (Persero) bersama Huawei Digital Power Indonesia dan PT Mega Energi Biru Indonesia meresmikan SPKLU Signature Ultra Fast Charging berkapasitas hingga 480 kilowatt (kW) di kawasan Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan. Fasilitas ini diklaim sebagai stasiun pengisian kendaraan listrik ultra cepat pertama di Indonesia.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menyampaikan bahwa fasilitas berkapasitas 480 kilowatt (kW) tersebut merupakan unit pengisian daya ultra cepat pertama di Indonesia. SPKLU ini dilengkapi teknologi Split Charging yang memungkinkan pembagian daya secara dinamis, serta Liquid Cooling System atau sistem pendingin cair untuk menjaga stabilitas performa pengisian.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dengan bergandengan tangan, arah transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi bukan mustahil untuk kita wujudkan. Selain rendah emisi, penggunaan kendaraan listrik juga penting dalam menekan penggunaan BBM yang selama ini mayoritas diperoleh secara impor,” ujar Edwin dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, teknologi mutakhir Huawei FusionCharge yang digunakan pada SPKLU Signature ZORA memungkinkan penyaluran energi dilakukan secara fleksibel, baik melalui jaringan listrik utama maupun dari sumber energi bersih yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System). Infrastruktur tersebut juga dirancang agar tetap beroperasi optimal dalam berbagai kondisi cuaca.
SPKLU tersebut dilengkapi 12 konektor DC Ultra Fast Charging dan satu konektor AC Medium Charging. Dengan teknologi yang diterapkan, pengisian daya dari 10% hingga 80% state of charge (SoC) dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20 menit untuk kategori ultra fast charging, dan sekitar 50 menit untuk medium charging.
Sistem ini menggunakan split charging untuk distribusi daya dinamis, liquid cooling system guna menjaga stabilitas suhu saat pengisian berdaya besar, serta terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Hingga Desember 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan sekitar 4.655 unit SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Penambahan unit berkapasitas ultra cepat ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Data Kepedulian Iklim dan Perilaku Generasi Muda
Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik berkaitan dengan tren sikap generasi muda terhadap isu lingkungan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan publikasi indikator lingkungan hidup, kelompok usia 16–30 tahun termasuk yang menunjukkan tingkat partisipasi tinggi dalam kegiatan peduli lingkungan, termasuk pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan dukungan terhadap energi terbarukan.
Sementara itu, laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok usia muda disebut sebagai segmen yang paling responsif terhadap kampanye pengurangan emisi dan transisi energi bersih.
Dari sisi demografi, data BPS menunjukkan bahwa penduduk usia produktif (15–39 tahun) mendominasi struktur penduduk Indonesia. Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari konsumen potensial kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik. Dengan dominasi populasi usia muda tersebut, ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang cepat dan andal menjadi faktor pendukung dalam memperluas adopsi kendaraan listrik.
Durasi pengisian yang lebih singkat, sekitar 20 menit untuk 10–80% SoC, dinilai relevan dengan pola mobilitas generasi muda yang memiliki aktivitas tinggi di kawasan perkotaan. Infrastruktur ultra fast charging mengurangi waktu tunggu, sehingga kendaraan listrik lebih kompetitif dari sisi efisiensi waktu dibandingkan model pengisian sebelumnya yang memerlukan durasi lebih lama.
Kedepannya, pengembangan SPKLU berteknologi ultra cepat diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan infrastruktur yang merata, terintegrasi dengan energi bersih, serta selaras dengan karakteristik pengguna usia produktif diharapkan dapat memperkuat transisi energi di sektor transportasi sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional secara berkelanjutan.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
