Perhiasan Emas Dijual Jelang Lebaran, Demi Cuan atau Kebutuhan?
- Menjelang Lebaran, banyak masyarakat menjual emas untuk kebutuhan tunai. Fenomena musiman ini justru sering menjadi peluang bagi investor.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas jual beli emas di masyarakat biasanya meningkat. Banyak orang memilih menjual perhiasan emas untuk memenuhi kebutuhan tunai selama Ramadan hingga Lebaran, mulai dari biaya mudik, zakat, hingga berbagai pengeluaran hari raya.
Melansir dari Pluang, Rabu, 11 Maret 2026, fenomena ini bukan hal baru. Secara musiman, kebutuhan likuiditas masyarakat memang cenderung meningkat menjelang Lebaran sehingga emas sering dijadikan sumber dana cepat. Emas sendiri sudah lama dianggap sebagai tabungan darurat oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena emas relatif mudah dicairkan di toko emas atau lembaga keuangan ketika dibutuhkan.
Head of Investment Research Pluang, Jason Gozali menyatakan emas sendiri sudah lama dianggap sebagai tabungan darurat oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena emas relatif mudah dicairkan di toko emas atau lembaga keuangan ketika dibutuhkan.
"Divergensi antara kebutuhan likuiditas ritel dan akumulasi strategis menciptakan peluang unik setiap menjelang Lebaran. Bagi investor berpengalaman, kuncinya adalah memanfaatkan anomali musiman ini dengan instrumen yang efisien secara pajak seperti PAXG dan eksekusi presisi melalui Web Trading,” ujar Jason, dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Kebutuhan Lebaran Dorong Penjualan Emas
Menjelang Lebaran, pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat cukup signifikan. Biaya perjalanan mudik, pembelian kebutuhan hari raya, hingga pemberian tunjangan atau hadiah kepada keluarga menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan uang tunai.
Jason juga menyebutkan bahwa masyarakat ritel sering menjual emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas selama musim Lebaran. Hal ini menciptakan lonjakan suplai emas di pasar domestik dalam periode tertentu.
Selain itu, perhiasan emas kerap menjadi pilihan tabungan karena mudah disimpan dan bisa dijual kapan saja. Namun, dari sisi finansial, menjual emas dalam bentuk perhiasan terkadang kurang menguntungkan karena harga jual kembali biasanya dipotong biaya pembuatan.
Peluang Investor Saat Tekanan Jual Meningkat
Menariknya, fenomena penjualan emas oleh masyarakat justru sering dianggap sebagai peluang bagi investor. Ketika banyak orang menjual emas, suplai di pasar meningkat sehingga harga di tingkat lokal bisa mengalami tekanan sementara.
Dalam situasi tersebut, investor yang berorientasi jangka panjang biasanya memanfaatkan momentum untuk membeli emas dengan harga yang relatif lebih rendah. Jason menilai, perbedaan perilaku antara investor dan masyarakat ritel sering menciptakan peluang di pasar.
Ia menyebut bahwa divergensi antara kebutuhan likuiditas masyarakat dan strategi investasi jangka panjang bisa menciptakan peluang akumulasi emas bagi investor.
Di sisi lain, masyarakat memilih menjual emas sebelum Lebaran untuk memenuhi kebutuhan, salah satunya mudik dan cadangan darurat sebelum waktu gajian tiba. “Saya jual emas buat pegangan mudik sih, kan kondisi juga lagi kaya gini jadi paling aman jual aset yang kita punya lah yaitu emas,” ucap seorang ibu rumah tangga, Pujiastuti, kepada TrenAsia, Rabu, 11 Maret 2026.
Pujiastuti juga menjelaskan, menjual emas sebelum Lebaran sebagai alternatif yang fleksibel sehingga masyarakat bisa mendapatkan dana terpercaya tanpa harus terjaring oleh pinjaman online ilegal.
Sementara itu ibu rumah tangga lainnya, Yuli, menyatakan menjual emas sebelum Lebaran dengan tujuan meraih keuntungan. Menurutnya, harga emas naik dan menjadi salah satu momen yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang.
“Biasanya harganya naik, karena pas Lebaran banyak peminat untuk punya perhiasan emas, dan keuntungannya lebih untuk dijual dibanding aset yang lain,” ujar Yuli.
Ibu rumah tangga lainnya, Nanda menjelaskan menjual emas menjelang Lebaran mengatakan bahwa keputusan tersebut lebih dipengaruhi oleh kebutuhan dana untuk keperluan hari raya. Menurutnya, menyimpan uang dalam bentuk emas perhiasan justru terasa lebih mudah dibandingkan menabung uang tunai.
“Untuk keperluan lebaran karena terkadang nabung dalam bentuk uang lebih sulit dibanding beli perhiasan terus dijual lagi,” ujar Nanda.
Ia juga mengakui bahwa selain untuk memenuhi kebutuhan, ada pertimbangan keuntungan ketika memutuskan menjual emas pada periode tersebut. Selain itu, emas perhiasan dinilai cukup fleksibel untuk dijual kembali karena termasuk aset yang mudah dicairkan ketika membutuhkan dana.
- Baca juga: Kenapa Harga Emas Naik Saat Ada Perang?
“Emas perhiasan termasuk fleksibel & merupakan aset likuid yang mudah dicairkan, kalau butuh uang tinggal jual aja,” ucapnya.
Meski demikian, ia menilai keuntungan dari menjual emas perhiasan tidak selalu besar karena biasanya terdapat potongan harga yang berkaitan dengan biaya pembuatan perhiasan. “Keuntungannya sebenarnya untungnya hanya mudah dijual aja tapi biasanya perhiasan lebih jatoh dijual karena ada pengurangan uuntuk pembuatannya dan lain-lainya jadi berkurang nilainya,” tegas Nanda.
Dengan memahami pola musiman menjelang Lebaran, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, baik untuk menjual emas demi kebutuhan mendesak maupun memanfaatkannya sebagai peluang investasi.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
