Tren Ekbis

Jenderal di Kokpit Garuda: Glenny Kairupan Resmi Jadi Dirut Anyar

  • RUPSLB GIAA resmi rombak jajaran direksi. Pahami profil Dirut baru Glenny Kairupan dan skuadnya di tengah agenda restrukturisasi dan suntikan dana Danantara.
WhatsApp Image 2022-12-20 at 09.56.52.jpeg
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Garuda Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Gebrakan besar terjadi di pucuk pimpinan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 15 Oktober 2025, maskapai pelat merah ini resmi menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn.) Glenny H Kairupan sebagai Direktur Utama baru, menggantikan Wamildan Tsani.

Penunjukan ini menjadi sorotan utama, bukan hanya karena terjadi di tengah proses penyelamatan oleh Danantara. Glenny Kairupan adalah purnawirawan jenderal TNI, rekan satu angkatan Presiden Prabowo Subianto di AKABRI, dan telah menjadi bagian dari jajaran dewan komisaris Garuda sejak Agustus 2024.

Langkah ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa era baru di Garuda akan dipimpin dengan pendekatan yang berbeda. Lantas, siapa sebenarnya Glenny Kairupan dan skuad baru seperti apa yang akan menemaninya dalam misi penyelamatan ini? Mari kita bedah tuntas.

1. Jejak Militer dan Kedekatan dengan Prabowo

Glenny H Kairupan, pria kelahiran Manado tahun 1949, merupakan lulusan AKABRI Darat angkatan 1973, angkatan yang sama dengan Presiden Prabowo Subianto. Pangkat terakhirnya saat pensiun adalah Mayor Jenderal, sebelum dianugerahi kenaikan pangkat kehormatan menjadi Letnan Jenderal pada Agustus 2025.

Rekam jejaknya di militer sangat mentereng. Ia pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur, menjabat Komandan Korem 073 Makutarama, hingga menjadi dosen di Lemhannas. Latar belakang inilah yang membentuk gaya kepemimpinannya yang dinilai tegas dan terstruktur.

Kombinasi antara kenaikan pangkat kehormatan yang baru diterima dan penunjukan sebagai dirut ini menjadi sinyal kepercayaan penuh dari Presiden. Kedekatannya dengan lingkaran kekuasaan saat ini dinilai akan menjadi modal penting dalam memimpin BUMN strategis.

2. Transformasi dari Militer ke Panggung Politik dan Korporasi

Setelah pensiun, Glenny Kairupan terjun ke dunia politik bersama Partai Gerindra, bahkan menjabat sebagai anggota Dewan Pembina. Ia juga pernah menjadi Direktur Penggalangan di Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Glenny Kairupan

Penunjukannya sebagai direktur utama bukanlah langkah instan dari luar. Ia sebenarnya telah menjabat sebagai salah satu komisaris di Garuda Indonesia sejak Agustus 2024, memberinya pemahaman awal mengenai tantangan internal yang dihadapi oleh perusahaan.

Promosi dari kursi dewan komisaris menjadi direktur utama ini menunjukkan bahwa ia bukan orang baru di lingkungan Garuda. Ia dinilai sudah memahami masalah perusahaan dan kini diberi mandat penuh untuk melakukan eksekusi perbaikan secara langsung.

3. Skuad Baru di Jajaran Pimpinan

RUPSLB kali ini tidak hanya menunjuk dirut baru, tetapi juga merombak total skuad pimpinan. Posisi Wakil Direktur Utama yang sebelumnya tidak ada, kini kembali dimunculkan dan diisi oleh Thomas Sugiarto Oentoro, figur berpengalaman di industri aviasi.

Selain itu, posisi krusial Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sempat kosong, kini diisi oleh Balagopal Kunduvara. Kehadiran CFO baru ini sangat penting, mengingat Garuda sedang dalam proses menerima suntikan dana triliunan rupiah dari Danantara untuk restrukturisasi.

Jajaran dewan komisaris sendiri tidak banyak berubah. Fadjar Prasetyo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh beberapa nama besar lainnya seperti Chairal Tanjung, yang memastikan adanya kesinambungan dalam fungsi pengawasan strategis perusahaan.

4. Misi Utama: Menyelamatkan Garuda dengan Amunisi dari Danantara

Skuad baru ini mengemban sebuah misi yang sangat berat: menyehatkan kembali Garuda Indonesia yang secara fundamental masih lemah. Mereka akan menjadi eksekutor utama dari program penyelamatan yang didanai oleh Danantara, dana abadi negara.

Seperti diketahui, Garuda akan segera menerima suntikan modal jumbo senilai Rp30,31 triliun melalui skema private placement. Dana inilah yang akan menjadi 'amunisi' utama bagi jajaran direksi baru untuk menjalankan program transformasi yang telah dirancang.

Selain itu, mereka juga dihadapkan pada tugas besar lainnya, yaitu menuntaskan wacana merger antara Garuda Indonesia dengan Pelita Air. Proses ini kini sedang dalam tahap kajian mendalam oleh pemerintah dan akan menjadi salah satu agenda utama.

5. Apa Artinya Penunjukan Ini?

Bagi pengamat, penunjukan seorang figur dengan latar belakang militer yang kuat dan memiliki kedekatan langsung dengan Presiden adalah sebuah sinyal yang sangat jelas. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah ingin proses restrukturisasi dan penyelamatan Garuda berjalan dengan disiplin.

Kehadiran seorang jenderal di kokpit diharapkan dapat membawa budaya kerja yang lebih tegas dan terstruktur. Hal ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang sedang dalam proses transformasi besar-besaran dan membutuhkan eksekusi yang cepat serta tepat sasaran.

Pada akhirnya, ini adalah pertaruhan besar untuk membawa sang maskapai kebanggaan nasional terbang lebih tinggi lagi di masa depan. Pasar kini akan mencermati seberapa efektif kepemimpinan baru ini dalam memanfaatkan 'amunisi' yang ada untuk benar-benar menyehatkan perusahaan.