Tren Ekbis

IHSG Ambruk, Ini Alternatif Investasi Bagi Anak Muda

  • IHSG ambrol tajam di tengah sentimen negatif pasar. Anak muda disarankan mempertimbangkan alternatif investasi selain saham untuk mengelola risiko.
OG Images_L4 Investment How To_Start Investing for the First Time.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok tajam. Jelang akhir penutupan sesi pertama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga pukul 11.23 WIB, IHSG anjlok 7,58% ke level 8.299,95 atau terkoreksi 780 poin dalam perdagangan terbaru.

Lembaga penyedia indeks global MSCI, mengeluarkan peringatan terkait daya tarik pasar Indonesia bagi investor internasional. Corporate Secretary Kautsar Primadi mengatakan, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama regulator pasar modal lainnya akan akan terus melakukan diskusi dengan MSCI. 

"Terkait dengan pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI," ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026,

Kautsar menjelaskan bahwa BEI sebenarnya telah berupaya meningkatkan transparansi dengan menyajikan data free float melalui situs resminya. Namun, dalam pernyataan terkini, MSCI memilih untuk membekukan sementara perlakuan indeks bagi saham-saham asal Indonesia. Keputusan ini diambil karena adanya keraguan terkait aksesibilitas pasar serta isu free float.

Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan pada Selasa malam waktu GMT, 27 Januari 2026, MSCI mengonfirmasi telah tuntas melakukan konsultasi mengenai evaluasi free float saham di tanah air. Walaupun BEI sudah melakukan beberapa perbaikan kecil, MSCI memandang upaya tersebut masih belum mampu menuntaskan keraguan para pemodal internasional.

Guna meminimalisir risiko, MSCI langsung memberlakukan kebijakan pembekuan sementara atau interim freeze. Melalui kebijakan ini, MSCI menangguhkan semua penambahan bobot saham Indonesia, menghentikan masuknya emiten baru ke dalam indeks, serta meniadakan peningkatan kelas saham di seluruh kategori indeks MSCI.

"Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga aspek investability," tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Rabu, 28 Januari 2026.

Anjloknya IHSG menggambarkan volatilitas tinggi di pasar modal domestik, yang membuat sejumlah investor khawatir terhadap fundamental dan dukungan investor asing, terutama ketika sentimen global sedang tidak mendukung. 

Kondisi pasar yang fluktuatif ini menjadi pengingat bagi para investor muda untuk mulai melakukan diversifikasi portofolio guna meminimalisir risiko kerugian yang besar. Ada beberapa alternatif investasi yang cocok bagi anak muda untuk menjaga nilai aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi. Alternatif investasi ini dapat dicoba dengan cara yang mudah, dan tentunya memberikan keuntungan.

Alternatif Investasi untuk Anak Muda di Tengah Volatilitas IHSG:

1. Emas Fisik atau Emas Digital 

Source: REUTERS/Neil Hall

Emas merupakan aset pelindung nilai atau safe haven yang paling populer karena harganya cenderung bergerak berlawanan dengan pasar saham. Saat indeks saham turun tajam, harga emas biasanya justru menguat atau setidaknya tetap stabil karena dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman.

Kini, anak muda tidak harus membeli emas batangan secara fisik, melainkan bisa mencicil emas digital melalui aplikasi resmi yang memungkinkan pembelian dengan nominal sangat terjangkau, bahkan mulai dari sepuluh ribu rupiah.

2. Reksadana Pasar Uang

Instrumen ini bekerja dengan menempatkan dana investor pada aset jangka pendek seperti deposito bank dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang menawarkan tingkat risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan saham karena nilainya sangat stabil dan hampir tidak pernah mengalami penurunan tajam.

Selain itu, keunggulan utamanya adalah likuiditas yang tinggi, di mana investor dapat mencairkan dananya kapan saja tanpa dikenakan biaya penalti, sehingga sangat ideal untuk menyimpan modal sementara sambil menunggu pasar saham kembali pulih.

3. Obligasi Ritel atau SBN (Surat Berharga Negara)

Source: Trenasia.com

SBN merupakan produk investasi yang diterbitkan langsung oleh pemerintah Indonesia, sehingga keamanan modalnya dijamin penuh oleh undang-undang. Investor akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga yang dibayarkan secara rutin setiap bulan ke rekening, yang berfungsi sebagai sumber pendapatan tetap atau passive income

Risiko gagal bayar pada SBN sangat kecil dibandingkan saham perusahaan swasta, sehingga menjadikannya sebagai pilihan tepat bagi anak muda yang ingin belajar berinvestasi.

4. Deposito Berjangka

Bagi pemula, deposito berjangka adalah pilihan yang paling konservatif. Dengan menyimpan uang di bank dalam jangka waktu tertentu, misalnya 3 hingga 12 bulan, investor akan mendapatkan suku bunga tetap yang sudah ditentukan sejak awal.

Meskipun potensi imbal hasilnya tidak sebesar keuntungan saham saat kondisi normal, deposito memberikan jaminan bahwa modal awal tidak akan berkurang, karena simpanan ini juga umumnya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

5. Edukasi dan Dana Darurat

Source: Kredivo

Langkah investasi yang paling mendasar adalah membangun pondasi finansial melalui edukasi diri dan ketersediaan dana darurat. Sebelum terjun kembali ke instrumen investasi yang berisiko tinggi, anak muda harus memiliki simpanan dana likuid yang setara dengan 3 hingga 6 bulan pengeluaran di rekening terpisah.

Dengan memiliki dana darurat yang kuat dan pemahaman mendalam, investor muda akan terbiasa dengan kondisi pasar dan dapat mengambil keputusan investasi yang lebih rasional serta berbasis data.