Catat! Ini Transportasi Jakarta yang Terhubung ke Terminal dan Bandara
- Pemprov DKI menyediakan angkutan feeder menuju terminal dan bandara agar mobilitas pemudik lebih mudah selama periode mudik Lebaran 2026.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan layanan transportasi publik yang terhubung langsung dengan terminal dan bandara guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Layanan ini disiapkan dalam bentuk angkutan umum perkotaan atau feeder yang memudahkan masyarakat menuju titik keberangkatan antarkota.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, mengatakan penyediaan feeder dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas warga yang hendak pulang kampung maupun kembali ke Jakarta.
“Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, penumpang yang berangkat dari rumah menuju titik-titik pemberangkatan, kami menyiapkan angkutan dalam kota atau feeder menuju terminal tipe A ataupun menuju bandara,” ujar Yayat.
Menurutnya, layanan feeder tersebut akan memudahkan masyarakat mengakses moda transportasi antarkota tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Sistem ini diharapkan membuat perjalanan menuju terminal maupun bandara menjadi lebih praktis dan terintegrasi.
Selain itu, pemerintah juga memastikan layanan transportasi massal di dalam kota tetap beroperasi selama periode mudik Lebaran. Salah satunya melalui operasional bus rapid transit (BRT) yang tetap berjalan sepanjang hari.
“Selama periode mudik Lebaran, sebanyak 14 koridor Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta akan tetap beroperasi selama 24 jam,” kata Yayat.
Yayat juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai rute angkutan dalam kota yang terintegrasi dengan terminal maupun bandara untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
Untuk akses menuju Terminal Tanjung Priok, tersedia sejumlah layanan TransJakarta di antaranya rute 10 (Tanjung Priok–PGC), 10A (Rusun Marunda–Tanjung Priok), 10D (Kampung Rambutan–Tanjung Priok), 12 (Tanjung Priok–Pluit), serta 14B (Tanjung Priok–Senen via JIS).
Sementara itu, akses transportasi menuju Terminal Kalideres dilayani oleh TransJakarta rute 3 (Kalideres–Monas via Veteran) dan 3A (Rusun Pesakih–Kalideres). Di samping itu, tersedia juga layanan Mikrotrans seperti rute JAK50 (Kalideres–Puri Kembangan) dan JAK52 (Kalideres–Muara Angke).
Terminal Terpadu Pulo Gebang juga terhubung dengan sejumlah layanan TransJakarta, antara lain rute 11 (Pulo Gebang–Kampung Melayu), 11D (Pulo Gebang–Pulo Gadung via PIK), serta 11Q (Kampung Melayu–Pulo Gebang via Banjir Kanal Timur).
Adapun untuk Terminal Kampung Rambutan, tersedia sejumlah pilihan rute TransJakarta seperti rute 7 (Kampung Rambutan–Kampung Melayu), 7A (Kampung Rambutan–Lebak Bulus), 7B (Kampung Rambutan–Blok M), 7E (Kampung Rambutan–Ragunan), hingga 7V (Cibubur–Kampung Rambutan).
Tak hanya itu, layanan Mikrotrans juga tersedia untuk menghubungkan terminal tersebut dengan sejumlah wilayah, seperti Pondok Gede, Pinang Ranti, Pasar Rebo, hingga Munjul. Keuntungan lainnya, pemerintah telah menghadirkan rute baru yang menghubungkan kawasan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta untuk memperluas konektivitas transportasi publik. Rute ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menuju bandara menggunakan transportasi umum.
“Ada 14 koridor BRT yang nantinya akan beroperasi selama 24 jam dan terakhir, hari ini diluncurkan rute SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta,” pungkas Yayat.
Melalui integrasi transportasi ini, Pemprov DKI berharap perjalanan masyarakat menuju simpul transportasi utama dapat berlangsung lebih lancar. Kehadiran feeder serta layanan transportasi massal yang beroperasi sepanjang hari juga diharapkan mampu mengurangi potensi penumpukan penumpang selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
