Tren Ekbis

Bikin Hemat, Ide 2 Rute Baru Transjabodetabek Disambut Warga

  • Pemprov DKI rencana buka dua rute baru Transjabodetabek: Blok M–Soetta dan Cawang–Jababeka untuk perluas konektivitas publik.
AD_4nXfiINuOk9mM8-tgzpLHlggsyEANlmuKw5eLKF2xRQzmnOZNFxPDTQOrUZizCDioDX891YRJMcMXYbfnyX8D8wNXYcZTfhFQ1qEhwcxJCaMqO0XqohrDvfe0PIvoB2SsLuMX4epDBw.jpg
TransJabodetabek (Jakarta Smart City)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuka dua rute baru layanan bus Transjabodetabek guna memperluas konektivitas transportasi publik antar wilayah penyangga di pusat kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana tersebut dalam paparan resmi terkait ekspansi rute tersebut. Dua rute yang menjadi fokus prioritas saat ini adalah Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno–Hatta (Soetta) dan Cawang menuju kawasan industri Jababeka di Bekasi. 

“Tadi saya bisik-bisik kepada Pak Dirjen Perkeretaapian untuk disampaikan kepada Menteri Perhubungan secara khusus supaya ini bisa kita operasikan," ucap Pramono, Selasa, 20 Januari 2026.

Source: Dishub Kota Bekasi

Penambahan rute ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi di kedua jalur tersebut. Pramono mengatakan bahwa rute Blok M–Soetta dipilih karena tingginya permintaan akses transportasi publik langsung ke bandara internasional.

Sementara, rute Cawang–Jababeka diarahkan untuk melayani pekerja yang mayoritas melakukan perjalanan harian ke kawasan industri tersebut. Rencana operasional kedua rute masih dalam tahap pematangan karena memerlukan persetujuan dari Kementerian Perhubungan mengingat jalur ini melintasi batas provinsi. 

Berdasarkan data dari PPID Transjakarta, pengguna Transjakarta pada bulan November 2025 mencapai 37.675.475. Meski saat ini konektivitas layanan Transjabodetabek sudah mencapai sekitar 92%, tetapi tingkat pemanfaatannya dinilai belum optimal oleh pemerintah provinsi. 

Saat ini, angka pemanfaatan transportasi umum di Jakarta berkisar 23,4%. “Saya inginnya, katakanlah di atas 30% secara terus menerus,” tegas Pramono. Peningkatan jaringan rute diharapkan dapat mendorong penggunaan angkutan umum secara lebih luas oleh masyarakat, membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan menurunkan kemacetan di sejumlah koridor utama.

Salah satu pengguna layanan Transjakarta, Fahira, berharap ekspansi rute ini dapat mempermudah akses dan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi. “Naik Transjakarta cukup efektif karena memiliki jalur khusus dan kapasitas angkut yang besar,” ucap Fahira kepada TrenAsia.id, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Fahira, ekpamsi ini membuat perjalanan menjadi lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Keberadaan Transjakarta juga berpotensi mengurangi kemacetan karena masyarakat cenderung memilih angkutan umum, sehingga jumlah kendaraan pribadi di jalan bisa berkurang.

“Rencana pembukaan rute ke Jababeka dan Bandara Soekarno-Hatta juga relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, karena akan mempermudah perjalanan ke kedua wilayah tersebut dengan waktu tempuh yang lebih cepat melalui jalur khusus Transjakarta,” tegas Fahira.

Warga Jakarta yang lain, Indira ,menyatakan rencana pembukaan rute Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno Hatta dan Cawang–Jababeka sebagai langkah positif dalam memperluas layanan angkutan umum lintas wilayah. 

“Ekspansi rute itu jadi langkah yang bagus karena sangat membantu mobilitas dan alternatif transportasi murah terutama buat pekerja dan penumpang yang sering ke bandara atau kawasan industri,” ungkap Indira.

Ia menyebutkan ekspansi rute tersebut berpotensi mempermudah akses antarwilayah di Jabodetabek karena menghadirkan pilihan transportasi umum yang lebih langsung dan terjangkau. Dengan adanya rute baru, masyarakat tidak perlu lagi berganti moda transportasi berulang kali, sehingga waktu perjalanan dapat menjadi lebih efisien.

Terkait kualitas layanan, ia menilai Transjakarta memiliki standar pelayanan yang relatif baik, mulai dari keteraturan jadwal hingga kenyamanan armada. “Layanan TJ cukup nyaman, teratur, dan membantu menghindari macet. Dengan tarif Rp3.500 menurut saya sangat worth it karena murah tapi fasilitas dan jangkauannya memadai,” ujar Indira.

Tarif sebesar Rp3.500 dinilai sebanding dengan fasilitas dan jangkauan layanan yang diberikan. Selain membantu menghindari kemacetan, keberadaan Transjakarta juga dinilai mendukung upaya pengurangan penggunaan kendaraan pribadi di wilayah perkotaan.

Pembukaan rute baru ini akan melengkapi jaringan Transjabodetabek yang sebelumnya telah mengoperasikan berbagai koridor strategis di Jabodetabek, termasuk rute-rute dari Bekasi, Cibubur, hingga BSD yang menghubungkan wilayah penyangga dengan pusat kota Jakarta. 

Dengan menyasar titik-titik padat aktivitas seperti bandara internasional dan kawasan industri, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat peran transportasi publik sebagai alternatif utama mobilitas publik di kawasan metropolitan.