Tren Leisure

Mengenal From Farm to Table, Tren Pangan Hijau

  • Konsep from farm to table atau dari pertanian ke meja makan merupakan gagasan kuat yang mengubah cara kita memandang makanan dan lingkungan.
Gaya hidup from farm to table.
Gaya hidup from farm to table. (freepik.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Konsep from farm to table atau dari pertanian ke meja makan merupakan gagasan kuat yang mengubah cara kita memandang makanan dan lingkungan.

Intinya sederhana namun bermakna yaitu bahan pangan diperoleh langsung dari petani lokal, melalui proses yang sangat minim atau bahkan tanpa pengolahan, lalu disajikan dalam kondisi segar. Gaya hidup from farm to table kian populer di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Konsep ini menekankan pentingnya memahami asal-usul makanan, cara pembudidayaannya, serta pihak yang menanam dan memproduksinya. Konsep from farm to table mengubah cara kita makan secara drastis. Kini orang-orang memilih makanan yang ditanam dalam radius lima puluh mil, sehingga lebih segar dan bergizi.

Yang mengejutkan, penelitian menunjukkan produk lokal mempertahankan lebih banyak vitamin dan mineral daripada makanan yang dikirim dari jauh. Makan dengan baik kini berarti mendukung komunitas dan planet, sambil menikmati rasa yang lebih enak dan lebih sedikit bahan kimia.

Apa Arti Konsep From Farm to Table?

Sayuran yang ditanam petani lokal terlihat segar. (freepik.com)

Dilansir dari Hitchcock Farms, from farm to table adalah sebuah konsep makanan dan proses pertanian. Konsep ini menghubungkan konsumen dengan hasil pertanian dan protein segar dan sehat. Meskipun sering dianggap sebagai hubungan langsung antara pertanian lokal dan konsumen, gerakan ini mencakup berbagai macam pemasok.

Secara sederhana, from farm to table merujuk pada makanan yang berpindah langsung dari lahan pertanian ke dapur rumah tangga atau dapur komersial tanpa melalui jalur distribusi konvensional seperti pedagang grosir atau ritel.

Istilah farm to table juga digunakan untuk menggambarkan bahan pangan lokal yang berasal dari usaha pertanian skala kecil maupun besar. Selain itu, konsep ini mencakup sayuran dan produk hewani yang diperoleh melalui pasar petani serta program pertanian berbasis komunitas.

Apa Manfaat dari Konsep From Farm to Table?

Salah satu manfaat utama dari penerapan gaya hidup ini berkaitan dengan kesehatan. Bahan pangan yang segar cenderung memiliki kandungan nutrisi lebih optimal karena tidak melewati proses penyimpanan dan distribusi dalam waktu lama. Di samping itu, konsumen dapat menelusuri asal makanan yang dikonsumsi, sehingga rasa percaya terhadap kebersihan dan mutunya pun meningkat.

Dari sis lingkungan, konsep from farm to table berperan dalam menekan jejak karbon akibat rantai distribusi yang lebih singkat. Penggunaan kemasan berlebih juga dapat dikurangi. Bagi petani lokal, konsep ini turut memberikan manfaat ekonomi karena produk hasil panen mereka dihargai secara lebih adil.

Gaya hidup from farm to table dapat dijalankan melalui cara sederhana. Contohnya dengan berbelanja sayur dan buah di pasar lokal, mendukung hasil pertanian dari daerah sekitar, atau menanam sendiri bahan pangan di rumah. Selain itu, memilih restoran yang mengutamakan penggunaan bahan lokal dan sesuai musim juga menjadi bentuk nyata dalam mendukung penerapan konsep ini.

Mengapa Konsep Farm to Table Penting?

Konsep farm to table, yang dulunya hanya dianggap sebagai tren, kini diakui sebagai komponen penting dari keberlanjutan pertanian. Produksi yang terlibat dalam operasi farm to table membantu menjaga perlindungan lingkungan yang melestarikan lahan subur dan sumber air bersih.

Konsep farm to table juga berperan dalam keberlanjutan ekonomi dan komunitas. Konsep ini memperkuat hubungan antara petani, industri jasa makanan, dan konsumen. Mulai dari petani dan staf restoran hingga koki rumahan, kita semua adalah bagian dari proses yang mempromosikan praktik pertanian terbaik dan menghasilkan pasokan makanan yang lebih sehat.

Tantangan dan Peluang

Meski memiliki berbagai manfaat, penerapan konsep from farm to table tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti terbatasnya ketersediaan produk lokal di beberapa daerah serta harga yang kadang relatif lebih mahal.

Meski demikian, semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan berkelanjutan memberikan peluang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan konsep ini ke depannya. Gaya hidup from farm to table tidak semata-mata berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga tentang cara kita menghargai proses di balik tersajinya makanan tersebut.

Melalui penerapan konsep ini, kita dapat menjalani hidup yang lebih sehat, memberikan dukungan nyata kepada petani lokal, sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan. From farm to table menjadi langkah sederhana yang mampu menghadirkan dampak besar bagi terciptanya kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Menerapkan gaya hidup from farm to table merupakan pengalaman yang bernilai karena tidak hanya berdampak positif bagi kesehatan, tetapi juga mendukung petani lokal serta mendorong keberlanjutan. 

Dengan memilih bahan pangan segar yang bersumber dari daerah sekitar, kamu bisa menikmati hidangan yang lezat dan bergizi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan komunitas.