Tren Ekbis

3 Tips Kelola Keuangan Agar Terhindar Dari Pinjol Ilegal

  • Maraknya pinjol ilegal mengancam keuangan anak muda. Simak tips aman mengelola finansial agar terhindar dari jeratan utang digital.
ArticleImage-24-1.jpg
Tips Finansial (TapHomes)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Maraknya layanan pinjaman online (pinjol) ilegal, menjadi ancaman serius yang harus dihindarkan oleh anak-anak muda. Kemudahan akses, proses cepat, serta minimnya literasi keuangan membuat kelompok usia muda rentan terjebak utang berbunga tinggi dan berujung pada kerugian.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2025, sebanyak 58% gen Z mempertimbangkan kemudahan mendapatkan uang dengan menggunakan pinjol atau paylater demi memenuhi lifestyle mereka.

“Sekarang daripada bilang sama orang untuk utang, sama temennya belum tentu dikasih, jadi orang dengan gampangnya melakukan aplikasi di pinjol,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.

Friderica juga mengatakan fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan FOPO (Fear of Other People Opinion) membuat gen Z makin terdorong untuk mengikuti tren demi eksistensi. Mirisnya, penggunaan pinjol ini akan berdampak pada tekanan finansial dan kesehatan mental seseorang.

Melansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat, 23 Januari 2026, tekanan finansial akibat pinjol dapat mempengaruhi tingkat fokus seseorang dalam menata keuangan. Akibatnya, banyak masyarakat yang nekat melakukan berbagai cara ‘gali lobang tutup lobang’ dan menimbulkan kondisi keuangan yang tidak sehat.

Selain itu, kondisi kesehatan mental dari para pengguna pinjol ilegal turut terganggu. Banyaknya bunga dan desakan dari banyak pihak, membuat pikiran menjadi stres serta mengganggu aktivitas harian. Jika terjadi terus menerus, kondisi ini akan memperburuk kondisi kejiwaan dalam jangka panjang.

Untuk menghindari hal tersebut, gen Z harus mampu merubah pola hidup yang tepat, sesuai dengan kemampuan. Namun, ada beberapa tips mengatur keuangan agar terhindar dari pinjol ilegal, yaitu: 

1. Menyusun anggaran bulanan 

Source: Deposit Photos

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menyusun anggaran bulanan secara realistis, dengan memisahkan kebutuhan pokok, tabungan, dan dana hiburan. Dalam konteks ini, gen Z dapat membagi uang pendapatan sesuai dengan porsi yang ditentukan, sehingga setiap pengeluaran dapat dilakukan berdasarkan list kebutuhan.

2. Membuat dana darurat

Source: Bank Mega Syariah

Dana darurat dinilai krusial agar gen Z tidak bergantung pada utang saat menghadapi kebutuhan mendesak. Idealnya, dana darurat disiapkan secara bertahap hingga mencukupi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan.

Untuk menyisihkan dana tersebut, pastikan gen Z membuat list kebutuhan pengeluaran rutin dalam satu bulan. Jika seluruh kebutuhan sudah terpenuhi, maka ambil sebagian sisa dana tersebut untuk dimasukkan ke dana darurat di dalam rekening yang berbeda.

3. Terapkan literasi keuangan

Source: Itworks.id

Peningkatan literasi keuangan sejak dini menjadi salah satu solusi jangka panjang. Dengan memahami konsep bunga, tenor, dan kemampuan bayar, generasi muda dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.

Jika dalam kondisi yang mendesak, anak-anak muda disarankan untuk menggunakan layanan pinjaman yang terdaftar dan diawasi OJK secara resmi. Sebelum meminjam, pastikan pengguna memiliki sumber pendapatan yang tetap, untuk menghindari pinjaman dan penumpukan utang lain.

Di tengah perkembangan teknologi finansial yang pesat, sikap kritis dan perencanaan keuangan yang matang diperlukan agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam model pinjaman ilegal. Mengelola uang secara sehat bukan hanya soal menghindari utang, tetapi juga membangun fondasi finansial yang berkelanjutan di masa depan.