Smra

Saham SMRA anjlok setelah Dirut Summarecon jadi tersangka KPK. Simak risiko hukum dan fundamental SMRA, dari laba, utang hingga marketing sales.
<p>Kawasan proyek properti milik PT Summarecon Agung Tbk. / Summarecon.com</p>

Kawasan proyek properti milik PT Summarecon Agung Tbk. / Summarecon.com

<p>Kawasan proyek properti milik PT Summarecon Agung Tbk. / Summarecon.com</p>

Faktor Pendorong Potensi Kenaikan Saham SMRA hingga 88 Persen

Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) direkomendasikan tetap buy dengan target harga Rp750 per saham. Didukung penjualan Rp3,56 triliun hingga kuartal III 2025 dan insentif PPN DTP, SMRA berpotensi naik hingga 88%.
Pameran Property Podomoro - Panji 5.jpg

Prospek Cerah Sektor Properti 2026: Saham SMRA, PWON, dan SSIA Jadi Andalan

Sektor properti dinilai masih undervalued dengan potensi rerating di 2026. Analis merekomendasikan saham SMRA, PWON, dan SSIA berkat fundamental kuat, stabilitas suku bunga, serta dukungan kebijakan pemerintah.
IHSG Ditutup Menguat-3.jpg

CTRA dan PWON Diprediksi Bersinar, Recurring Income Jadi Penopang

Saham properti PWON dan CTRA dinilai menarik bagi investor agresif. Laba bersih positif, beban bunga rendah, serta recurring income tinggi jadi penopang kinerja di tengah tren suku bunga rendah dan proyeksi ekonomi tumbuh 5,5% pada kuartal IV-2025.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...