Korporasi

Sulap Daun Pandan Jadi Kerajinan, UMKM Binaan BRI Kelompok Pandan Wangi Kian Berkembang

  • Pendampingan dan pembinaan oleh BRI sendiri didapatkan sejak 2010. Semua akses permodalan dibantu secara total, termasuk fasilitas mesin jahit dan beberapa sarana penunjang lainnya.

JAKARTA– Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan oleh Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI kini semakin berkembang, salah satunya usaha dari Bali Kelompok Pandan Wangi.

Ketua kelompok usaha Pandan Wangi  I Made Pasek. menyatakan ia telah mengumpulkan lebih ada 70 perempuan di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem untuk membuat kerajinan tangan atau yang lebih dikenal dengan produk handcraft. Di tangan mereka, daun pandan diolah menjadi berbagai kerajinan, mulai dari anyaman tikar, tas berbagai ukuran, hingga tatakan alas meja.

Awalnya usaha tersebut hanya fokus pada anyaman tikar. Namun, mulai tahun 1996 ia pun merambah ke produk lain, seperti tas dan peralatan home décor lainnya. Dalam pembuatannya, bahan baku yang diolah sampai menjadi produk jadi semuanya dilakukan dengan cara tradisional. Bahan baku pandan sendiri diperoleh dari pekarangan rumah.

“Kebetulan untuk bahan baku, diambil di masing-masing rumah. Setelah itu dikerjakan untuk menjadi sebuah produk kerajinan,” kata dia dalam website resmi seperti dikutip Senin, 28 Maret 2022.

Ditambahkan, pada tahapan awal, kelompok usaha ini mencari bahan baku pandan dari pekarangan rumah. Kemudian dibelah menjadi dua bagian, dan selanjutnya dijangka atau dibuat bagian-bagian kecil. Proses selanjutnya, yakni dihaluskan dan kemudian dijemur hingga daun pandan yang sebelumnya hijau menjadi kering sehingga dapat dianyam sesuai kebutuhan.

“Semua proses dilakukan secara manual. Bahkan, untuk satu produk biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Adapun pemasaran art shop didistribusikan di sekitar Denpasar, Kuta, Sukawati dan Bona di Gianyar, serta pasar lokal di Karangasem,” tambah Pasek.

Berkembangnya kelompok usaha Pandan Wangi tersebut tak terlepas dari peran BRI yang membantu menyediakan akses pasar hingga permodalan. Dengan demikian, kelompok usaha ini terus berinovasi dan naik kelas. Pendampingan dan pembinaan oleh BRI sendiri didapatkan sejak 2010. Semua akses permodalan dibantu secara total, termasuk fasilitas mesin jahit dan beberapa sarana penunjang lainnya.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan, BRI terus berupaya memberdayakan UMKM dan membantu usahanya agar naik kelas. Permodalan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari Kupedes, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pinjaman kemitraan. Tentunya hal ini disesuaikan dengan assessment dan kelayakan usaha.

“Pelaku usaha segmen ultra mikro pun dapat mengajukan kredit Ultra Mikro (UMi) lebih dekat, aman, dan cepat melalui AgenBRILink. Kredit Ultra Mikro merupakan fasilitas pembiayaan dengan nilai pinjaman sampai dengan Rp10 juta,” kata Supari.