Saham CDIA Melesat Pasca Konsolidasi Penuh Anak Usaha Logistik, Artinya Apa?
- Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 10,20% ke Rp1.905 pada 6 Oktober 2025, seiring konsolidasi anak usaha logistik dan dukungan pendanaan ke RPU. Aksi korporasi ini memicu antusiasme investor dengan volume transaksi tinggi.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengalami penguatan signifikan pada perdagangan sesi I hari ini, Senin, 6 Oktober 2025. Harga sahamnya terpantau naik 10,20% ke level Rp1.905, diiringi dengan volume transaksi yang tinggi.
Nilai transaksi saham CDIA tercatat telah melampaui Rp1,51 triliun dengan total pembelian bersih (net buy) mencapai Rp259 miliar. Kenaikan harga ini merupakan respons pasar terhadap serangkaian aksi korporasi strategis yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.
Aksi korporasi tersebut meliputi konsolidasi kepemilikan pada anak usaha di sektor logistik dan pemberian pinjaman kepada entitas anak lainnya. Berikut adalah rincian dari langkah-langkah strategis yang telah dieksekusi oleh emiten Grup Barito tersebut.
1. Konsolidasi Anak Usaha Logistik
Aksi korporasi utama yang menjadi pendorong penguatan harga saham adalah keberhasilan CDIA untuk mengambil alih kendali penuh atas dua anak usahanya. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).
Sebelumnya, kepemilikan CDIA di kedua anak usaha ini dibatasi hanya 49% karena statusnya sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA). Sisa 51% sahamnya dipegang oleh mitra lokal, PT Buana Primatama Niaga (BPN).
Namun, setelah CDIA resmi mengubah statusnya menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada Juli lalu, perusahaan langsung membeli seluruh 51% saham milik BPN di kedua entitas tersebut dengan nilai transaksi total mencapai Rp2,68 triliun.
2. Dukungan Pendanaan ke Anak Usaha Lain
Selain konsolidasi, CDIA juga terus memperkuat ekosistem bisnisnya. Pada 1 Oktober 2025, perusahaan tercatat memberikan fasilitas pinjaman sebesar Rp11 miliar kepada anak usahanya yang lain, PT Redeco Petrolin Utama (RPU), yang bergerak di bidang terminal dan penyimpanan.
Direktur CDIA, Merly, menjelaskan bahwa pinjaman ini diberikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja RPU. Ini adalah sinyal bahwa perusahaan induk secara aktif memberikan dukungan finansial kepada seluruh entitas di bawah naungannya untuk akselerasi pertumbuhan.
Langkah ini juga memungkinkan proses pendanaan yang lebih cepat dan efisien. "PT RPU dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan dengan syarat yang lebih fleksibel dibandingkan pembiayaan konvensional," ujarnya, menjelaskan keuntungan dari dukungan induk perusahaan.
3. Reaksi Pasar dan Implikasinya
Pasar merespons sangat positif serangkaian aksi korporasi ini, yang tercermin dari tingginya volume beli pada perdagangan hari ini. Aksi akumulasi ini juga sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan antisipasi dari para investor institusional.
Bagi investor, serangkaian aksi korporasi ini adalah sinyal yang positif. Ini menunjukkan bahwa CDIA tidak hanya diam setelah IPO, tetapi secara agresif melakukan konsolidasi untuk memperkuat struktur dan kendalinya atas aset-aset yang produktif.
Pengambilalihan penuh atas CSI dan MIM berarti CDIA kini memiliki kontrol 100% atas arus kas dan profitabilitas dari pilar bisnis logistiknya. Hal ini memberikan justifikasi fundamental di balik penguatan harga sahamnya saat ini.

Alvin Bagaskara
Editor
