MitMe Fest: Jadi Fondasi Bisnis, Philip Mulyana Soroti Cash Flow UMKM
- Di MitMe Fest 2026, Philip Mulyana ungkap kesalahan finansial UMKM dan pentingnya konsistensi bisnis.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – MitMe Fest Talkshow yang digelar di M Bloc Space pada 24–26 April 2026 menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah pembahasan pengelolaan keuangan oleh Praktisi Keuangan Philip Mulyana, yang menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi utama bisnis.
Dalam paparannya, Philip mengungkapkan bahwa tantangan terbesar UMKM di berbagai daerah masih berkutat pada pengelolaan keuangan yang belum optimal. “Berdasarkan pengalaman di berbagai daerah, tantangan utama UMKM terletak pada disiplin dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, disiplin keuangan sangat berperan dalam menjaga keberlangsungan usaha, terutama dalam mengelola arus kas (cash flow). Ia mendorong pelaku UMKM untuk memiliki cadangan dana operasional sebagai langkah mitigasi risiko.
“Pelaku UMKM minimal harus punya cash flow untuk satu bulan operasional. Idealnya tiga sampai enam bulan. Bahkan kalau bisa sampai satu tahun, itu akan jauh lebih siap untuk berkembang,” jelas Philip.
Baca juga : MitMe Fest 2026 Jadi Wadah UMKM Scale Up dan Go Digital
Keuangan Sehat Jadi Pondasi
Dengan kondisi keuangan yang sehat, pelaku usaha dinilai lebih leluasa dalam membuat perencanaan bisnis, termasuk melakukan ekspansi maupun memanfaatkan peluang pasar. Philip menekankan bahwa pemahaman dasar tentang keuangan harus dimiliki sejak awal.
“Pendapatan itu bukan sepenuhnya keuntungan. Harus dipisahkan antara profit, operasional, dan kebutuhan lainnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan bisnis sebagai langkah mendasar yang sering diabaikan pelaku usaha. Menurutnya, kebiasaan ini harus dibangun sejak awal, meskipun usaha masih dalam skala kecil.
Selain itu, Philip menyarankan bagi calon pelaku usaha yang ingin memulai dari nol untuk mempertimbangkan bisnis berbasis jasa (service). Model bisnis ini dinilai lebih fleksibel karena tidak membutuhkan modal besar.
“Kalau mau mulai dari nol, bisnis jasa bisa jadi pilihan. Sekarang juga banyak platform gratis seperti YouTube, TikTok, atau Instagram yang bisa dimanfaatkan untuk belajar,” katanya.
Di sisi lain, Philip mengingatkan bahwa membangun bisnis tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang memiliki ekspektasi terlalu tinggi dalam waktu singkat.
“Banyak yang ingin hasil cepat, padahal bisnis itu proses. Keuangan juga harus dipisahkan, mulai dari operasional, investasi, sampai pajak,” ujarnya.
Komitmen Jadi Kunci
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunci utama dalam membangun usaha terletak pada komitmen dan konsistensi. Tantangan terbesar saat ini, menurutnya, adalah distraksi yang membuat pelaku usaha sulit fokus.
“Tantangan terbesar sekarang itu distraksi, terutama dari media sosial. Banyak yang pindah-pindah ide tanpa benar-benar mengeksekusi,” jelasnya.
Philip menilai bahwa keberhasilan usaha sangat bergantung pada kemampuan untuk tetap konsisten menjalankan proses, bukan sekadar memiliki ide. “Tapi pada akhirnya, yang membedakan itu bukan ide, melainkan konsistensi dalam menjalankan proses,” tambahnya.
Baca juga : UMKM Diopeni Bangkit Lewat BRI, Perempuan Jadi Motor Ekonomi
Terkait fenomena anak muda yang masih ragu memulai bisnis, Philip menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Ia menyebut tidak semua orang harus menjadi pengusaha, karena setiap individu memiliki jalannya masing-masing.
“Tidak semua orang harus jadi pengusaha. Ada yang memang belum menemukan minatnya atau belum punya gambaran tentang bisnis,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi generasi penerus usaha keluarga yang terkadang merasa kurang memiliki ruang untuk bereksplorasi, sehingga minat berwirausaha menjadi berkurang.
Karena itu, Philip menekankan pentingnya memberikan ruang bagi setiap individu untuk menemukan potensi dan minatnya, baik di dunia usaha maupun karier lainnya.
Melalui sesi ini, MitMe Fest tidak hanya menghadirkan inspirasi, tetapi juga memberikan pemahaman praktis bagi pelaku UMKM untuk memperkuat fondasi bisnis, khususnya dalam aspek keuangan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
