Tren Ekbis

Marak Jelang Lebaran,Ini Cara Membedakan Uang Asli vs Palsu

  • Peredaran uang palsu rawan meningkat jelang Lebaran. Kenali ciri uang asli dan tips sederhana agar tak jadi korban saat transaksi.
uang rupiah .jpg
ilustrasi uang rupiah Indonesia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Menjelang Idulfitri, aktivitas transaksi tunai akan mengalami peningkatan secara signifikan. Mulai dari pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), penukaran uang baru, hingga belanja kebutuhan Lebaran. Di tengah lonjakan transaksi tersebut, risiko peredaran uang palsu pun ikut meningkat.

Di Jawa Timur, Polresta Malang Kota berhasil mengungkap peredaran uang palsu senilai Rp94 juta menjelang Lebaran Idul Fitri 2026. Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa Satuan Reskrim telah mengamankan barang bukti dan pelaku yang terlibat. 

“Sat Reskrim berhasil mengungkap peredaran uang palsu yang nilainya hampir Rp 100 juta. Ini sekaligus menjadi upaya kami mendorong kewaspadaan warga Kota Malang terhadap potensi peredaran uang palsu,” ujar Putu Kholis, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Fenomena ini kerap memanfaatkan kelengahan masyarakat saat bertransaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga penjualan musiman. Selain itu, generasi muda yang aktif berbelanja maupun menjalankan usaha kecil selama Ramadan turut menjadi kelompok yang rentan terdampak.

Kenapa Uang Palsu Rawan Beredar Jelang Lebaran?

Momentum Lebaran identik dengan perputaran uang tunai dalam jumlah besar dan waktu transaksi yang cepat. Situasi ramai dan antrean panjang membuat proses pengecekan uang sering kali tidak dilakukan secara teliti, sehingga pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyelipkan uang palsu dalam transaksi.

Di kalangan anak muda, transaksi uang secara tunai menjadi salah satu kegiatan yang sangat rentan. Hal ini dikarenakan banyak anak muda yang terbiasa melakukan transaksi digital melalui QRIS maupun transfer. Oleh karena itu, anak-anak muda perlu waspada dan membedakan ciri dari uang asli dan palsu.

Melansir dari Bank Sinarmas, Rabu, 4 Maret 2026, cara membedakan uang asli dan palsu dapat dilakukan menggunakan metode sederhana 3D; Dilihat, Diraba, Diterawang:

1. Dilihat

Hal utama yang harus diperhatikan adalah melihat uang secara jelas. Caranya dapat dilihat berdasarkan warna uang asli tampak lebih tajam dan tidak kusam. Selain itu, terdapat gambar pahlawan dan ornamen dengan detail jelas di beberapa sudut uang tersebut. Di dalam uang kertas yang asli, terdapat elemen pengaman seperti tinta berubah warna (color shifting ink) pada nominal tertentu, dan komponen tersebut menjadi salah satu pembeda yang cukup terlihat.

2. Diraba

Uang asli memiliki tekstur kasar pada bagian tertentu seperti gambar utama, angka nominal, dan tulisan “Bank Indonesia”. Selain itu, uang tersebut terasa lebih tebal dan tidak licin seperti kertas biasa. Jika Anda mendapatkan uang yang tipis dan halus di seluruh sisi, maka segera sisihkan uang tersebut ke tempat berbeda.

3. Diterawang

Pada ini, uang rupiah asli akan menampilkan tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan yang menyatu dengan serat kertas dan terlihat jelas saat diarahkan ke cahaya. Benang pengaman tampak tertanam di dalam kertas, bukan ditempel di permukaan, serta terlihat sebagai garis memanjang. 

Selain itu, terdapat gambar saling isi (rectoverso) yang akan menyatu sempurna antara sisi depan dan belakang ketika diterawang. Jika menemukan uang yang diragukan keasliannya, sebaiknya tidak diedarkan kembali dan segera dilaporkan ke bank atau pihak berwenang.

Tips Aman Bertransaksi Jelang Lebaran:

  1. Tukar uang hanya di bank atau tempat resmi seperti layanan KAS keliling dari Bank Indonesia.
  2. Hitung dan periksa uang sebelum meninggalkan lokasi transaksi.
  3. Gunakan pembayaran digital jika memungkinkan untuk mengurangi risiko tunai.
  4. Jika ingin menukarkan uang dengan nominal kecil dan jumlah yang tidak terlalu banyak, kunjungi gerai ATM Mandiri&BNI guna melakukan transaksi dengan nominal Rp10-20 ribu.