Tren Pasar

Harga Emas Bersinar, Saham BRMS dan ANTM Ikut Mengilap

  • Harga emas dunia menembus rekor tertinggi di tengah tensi geopolitik. Sentimen positif berpeluang mengalir ke saham-saham tambang emas di BEI.
Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli.

Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

(Foto : Panji Asmoro/TrenAsia)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan intraday Selasa 20 Januari 2026, harga emas di pasar spot melonjak sekitar 2% hingga menyentuh level US$4.766,3 per ons troi.

Meski sempat melandai, harga emas tetap bertahan di level tinggi, dengan penutupan di US$4.763,4 per ons dan dibuka sedikit lebih rendah di US$4.761,3 per ons pada Rabu (21/1).

Kenaikan harga emas ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait kendali atas Greenland. Bloomberg melaporkan, kebuntuan antara kedua pihak belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi, sehingga mendorong investor global mencari aset lindung nilai.

Situasi tersebut turut diperkuat oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak dalam rangka membahas rencana pengambilalihan kendali Greenland dari Denmark. Isu ini menjadi salah satu topik yang disorot pelaku pasar jelang dan selama World Economic Forum (WEF) di Davos.

Menurut analis Stockbit, lonjakan harga emas berpeluang memberikan sentimen positif dalam jangka pendek bagi emiten-emiten di sektor pertambangan emas. Kenaikan harga komoditas ini berpotensi meningkatkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) serta mendorong volume transaksi perusahaan.

Sejumlah saham yang dinilai berpotensi terdampak positif antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Aneka Tambang Tbk (EMAS).

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan ekonomi ke depan, mengingat volatilitas harga emas kerap dipengaruhi dinamika eksternal yang bergerak cepat.