Bangun 29 Jembatan di Papua, Ini Tantangan yang Bakal Dihadapi Kementerian PUPR
- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bangun 29 jembatan di Ruas Merauke - Sorong Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Liza Zahara
Author


Ilustrasi program padat karya tunai jembatan. (Foto: Kementerian PUPR)
(Istimewa)JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bangun 29 jembatan di Ruas Merauke - Sorong Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Pembangunan 29 jembatan ini merupakan kelanjutan dari program Jalan Trans Papua yang akan meningkatkan konektivitas antar kabupaten/kota di Papua Barat.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua Barat Gunadi Antariksa mengatakan, jembatan ini memiliki total panjang mencapai 511,5 meter (m) dibangun dengan anggaran sebesar Rp236,55 miliar Tahun Anggaran (TA) 2022 melalui enam paket pekerjaan.
- Terra Luncurkan LUNA Versi Baru, Nilainya Langsung Anjlok dalam Beberapa Jam
- Begini Cara Gratis Download Video TikTok HD Tanpa Watermark Pakai Snaptik dan SSSTiktok
- 3 Fakta Menarik Jalan Tol Yogyakarta - Bawen yang Ditargetkan Rampung pada 2024
"Untuk tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur di Papua di antaranya kondisi cuaca dan alamnya yang masih berupa hutan dengan kondisi geografi cukup berat hampir di semua segmen," kata Gunadi dalam keterangan resmi, Minggu, 5 Mei 2022.
Selain jembatan, Kementerian PUPR juga terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Marauke - Sorong di Kabupaten Teluk Windama. Terdiri dari Jalan Kampung Muri - Kwatisore sepanjang 8,5 kilo meter (km), Jalan Simpang Goro - Kampung Muri 20,28 km, Jalen Mameh - Windesi sepanjang 9,3 km, dan Jalan Simpang Tiga Mameh - Windesi 11 km
Jembatan Kampung Muri - Kwatisore
Paket pembangunan jembatan tersebut meliputi Jembatan Kampung Muri - Kwatisore I sepanjang 90 m dan jembatan Kampung Muri - Kwatisore II sepanjang 96,5 m yang menjadi bagian dari Trans Papua ruas Marauke - Sorong.
Pembangunan jembatan ini menggunakan skema multi years contract (MYC)TA 2022-2024 yang terdiri dari 20 pembangunan jembatan. Terdiri dari paket Jembatan Kampung Muri - Kwatisore I sebanyak sepuluh jembatan dan paket jembatan Kampung Muri - Kwatisore II sebanyak 11 jembatan.
Anggaran yang telah dialokasikan hingga 2022 untuk pembangunan ini sebesar Rp93,2 miliar.
Jembatan TelagaI Cs
Pembangunan jembatan ini sepanjang 74 m yang telah dilakukan sejak Januari 2022 dengan progres fisik mencapai 7,38%.
Anggaran paket pekerjaan jembatan ini dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp33,2 miliar secara sigle years contract (SYC) TA 2022.
Anggaran tersebut untuk empat pembangunan jembatan yakni Jembatan Telaga I sepanjang 18 m, Jembatan Telaga 2 dengan panjang 18 m, Jembatan Telaga 3 dengan panjang 18 m, dan Jembatan 4 sepanjang 20 m.
Jembatan Werianggi - Ambuni
Paket pekerjaan pembangunan jembatan ini terdiri dari lima pekerjaan, yakni pembangunan Jembatan Akram II sepanjang 12 m, Jembatan Akram III 16,6 m, Jembatan Akram V 15 m, Jembatan Waro I sepanjang 15 m, dan Jembatan Rival 15 m.
Jembatan ini akan menghubungkan Kecamatan Windesi dengan Distrik Kuri Wamesa yang Pembangunannya ditargetkan mulai Juni 2022 dan rampung pada Desember 2022 dengan dana sebesar Rp33,1 miliar.
Jembatan Log Cs
Pembangunan jembatan ini membutuhkan dana senilai Rp38,6 miliar yang terdiri dari empat pekerjaan dengan panjang 82,5 m.
Empat pekerjaan di antaranya pembangunan Jembatan Log 70 sepanjang 15,6 m, Jembatan Log 75 sepanjang 20,6 m, Jembatan Log 76 sepanjang 25,6 m, dan Jembatan Log 77 sepanjang 20,6 m.
Pembangunan telah dilakukan sejak 14 Februari 2022 dengan progres capai 30,87% dan ditargetkan selesai akhir 2022.
Jembatan Mawin
Pembangunan Jembatan Mawin CS sepanjang 95 meter yang terdiri dari Jembatan Mawin I sepanjang 50 m, Jembatan Mawin XXVII B sepanjang 20 m, dan Jembatan Log 23 sepanjang 25 m.
Jembatan ini telah dilakukan pengerjaan sejak Januari dan kosntruksi pekerjaan mencapai 20,77% dengan target rampung akhir 2022.

Rizky C. Septania
Editor
