Tren Leisure

7 Kebiasaan Pagi yang Bikin Stres Sepanjang Hari

  • Berikut beberapa kebiasaan di pagi hari yang sering kita anggap sepele ternyata memicu stres seharian.
Langsung memeriksa email dan media sosial di pagi hari.
Langsung memeriksa email dan media sosial di pagi hari. (freepik.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Menentukan suasana hati, emosional, dan fisik sepanjang hari dimulai sejak pagi. Terlepas dari apakah seseorang termasuk morning person atau tidak, jam-jam pertama setelah bangun tidur sangat berpengaruh terhadap keseluruhan hari.

Dilansir dari Teladoc Health, kita memang masih bisa beraktivitas meski pagi diawali dengan tergesa-gesa atau stres. Namun, jika hal ini terus berulang, ada baiknya rutinitas pagi mulai diperbaiki.

Orang yang memiliki rutinitas pagi yang teratur cenderung lebih fokus dan produktif sepanjang hari. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kualitas pagi adalah dengan membangun kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Berikut beberapa kebiasaan yang sering kita anggap sepele ternyata memicu stres seharian.

Kebiasaan Pagi yang Bikin Stres Sepanjang Hari

Dilansir dari Expert Editor, berikut kebiasaan pagi yang langsung membuat harimu lebih stres:

1. Melewatkan Sarapan

Kita sering mendengar pepatah lama bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari. Namun, seberapa banyak dari kita yang benar-benar menerapkannya?

Melewatkan sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memicu stres sepanjang hari. Saat tidak sarapan, tubuh seperti dipaksa beraktivitas tanpa asupan energi. Akibatnya, rasa lelah, mudah tersinggung, hingga sulit berkonsentrasi bisa muncul.

Jelas bukan awal yang ideal untuk menjalani hari dengan tenang, bukan? Entah hanya dengan smoothie sederhana atau sarapan lengkap, pastikan tubuh dan otak mendapatkan asupan yang cukup sebelum memulai aktivitas.

Sarapan menentukan suasana sepanjang hari. Pada akhirnya, ini tentang membuat pilihan sadar yang membantu tubuh tetap bertenaga dan menekan tingkat stres seiring berjalannya hari.

2. Langsung Memeriksa Email dan Media Sosial

Saat bangun tidur, otak belum sepenuhnya siap dan masih berada dalam kondisi setengah sadar. Jika langsung disuguhi notifikasi pekerjaan, berita negatif, atau hiruk-pikuk media sosial, rasa stres bisa muncul sejak awal hari.

Memberikan jeda sebelum memegang ponsel dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga pikiran tetap rileks. Agar pagi terasa lebih nyaman dan produktif, cobalah menahan diri untuk tidak membuka media sosial setidaknya selama 15 menit setelah bangun tidur.

3. Menekan Tombol Snooze Berulang Kali

Menekan tombol snooze berulang kali di pagi hari. (freepik.com/jcomp)

Berapa banyak dari kita yang masih sering menekan tombol snooze sekali, dua kali, atau bahkan tiga kali setiap pagi? Kebiasaan ini memang umum, tetapi menurut psikologi, hal tersebut justru bisa menambah tingkat stres harian.

Faktanya, menekan tombol snooze tidak membuat tidur menjadi lebih berkualitas. Sebaliknya, kebiasaan ini malah membingungkan tubuh dan mengganggu siklus tidur kita. Setiap kali kita menekan snooze lalu tertidur kembali, tubuh memulai siklus tidur baru yang tidak sempat diselesaikan.

Akibatnya, kita bangun dengan perasaan lesu dan tidak fokus, kondisi yang dikenal sebagai sleep inertia, yang efeknya bisa bertahan selama berjam-jam. Besok pagi, saat dorongan untuk menekan snooze muncul, cobalah untuk menahannya dan bangun pada alarm pertama.

Bangun dari tempat tidur mungkin terasa seperti tugas yang sangat berat saat itu, tetapi dirimu di kemudian hari akan berterima kasih atas keputusan tersebut.

4. Mengabaikan Aktivitas Fisik

Bagi sebagian orang, membayangkan langsung berolahraga setelah bangun tidur terdengar seperti mimpi buruk. Namun, cobalah pertimbangkan hal ini.

Berbagai penelitian menunjukkan olahraga di pagi hari dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan stres. Salah satu studi yang dimuat dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa orang yang rutin melakukan aktivitas fisik memiliki risiko lebih rendah mengalami gejala depresi.

Bahkan peregangan singkat selama sepuluh menit atau berjalan cepat mengelilingi lingkungan rumah sudah cukup untuk memicu pelepasan endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Hasilnya, suasana hati menjadi lebih baik dan hari pun dimulai dengan energi positif.

5. Terburu-buru di Pagi Hari

Seberapa sering kamu menjalani rutinitas pagi dengan tergesa-gesa demi bisa segera beraktivitas?  Kebiasaan terburu-buru menimbulkan rasa mendesak dan tekanan yang bisa terbawa sepanjang hari. Kondisi ini dapat meningkatkan detak jantung, menaikkan tekanan darah, dan memicu respons stres tubuh.

Akibatnya, hari dipenuhi ketegangan dan stres yang sebenarnya tidak perlu. Dengan memilih untuk memperlambat ritme pagi, kita bisa menciptakan suasana yang lebih tenang dan positif untuk menjalani sisa hari.

Luangkan waktu untuk menikmati sarapan, dengarkan musik yang menenangkan, atau cukup duduk tenang sambil menikmati secangkir minuman pagi. Percayalah, dunia tidak akan runtuh hanya karena kamu mengambil beberapa menit ekstra.

6. Mengonsumsi Kafein dalam Jumlah Banyak

Hal ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang yang terbiasa mengandalkan secangkir kopi atau teh di pagi hari untuk memulai aktivitas. Namun, ada baiknya dipahami. Meski kafein dapat memberikan dorongan energi secara cepat, zat ini juga bisa meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres dalam tubuh.

secangkir kopi yang terasa menyegarkan itu bisa saja tanpa disadari justru meningkatkan tingkat stres kita. Psikolog ternama Carl Jung pernah mengatakan, “Segala sesuatu yang membuat kita jengkel pada orang lain dapat membawa kita pada pemahaman tentang diri sendiri.”

Dalam konteks ini, ketergantungan kita pada kafein mungkin mencerminkan kesulitan dalam mengelola stres dan rasa lelah.

7. Mengabaikan Mindfulness

Mindfulness mungkin terdengar seperti istilah yang sedang tren, tetapi praktik ini terbukti sangat efektif dalam membantu mengelola stres. Mengabaikan mindfulness, terutama di pagi hari, dapat membuat kita kehilangan ketenangan dan membuka jalan bagi hari yang penuh tekanan.

Dengan memasukkan mindfulness ke dalam rutinitas pagi, kita bisa menumbuhkan rasa tenang yang bertahan sepanjang hari.