PUPR Percepat Rekontruksi Pasar Demi Dukung Ketersediaan Bahan Pokok
- Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penyelesaian pembangunan sejumlah pasar untuk mendukung penyediaan fasilitas dalam...

wahyudatun nisa
Author


Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penyelesaian pembangunan sejumlah pasar untuk mendukung penyediaan fasilitas dalam memenuhi distribusi kebutuhan pokok terutama bahan pangan saat pandemi COVID-19.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan ini diharapkan dapat sekaligus menggerakan sektor rill atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merata di seluruh pelosok Indonesia.
“Pembangunan pasar dilakukan berdasarkan instruksi presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.43 Tahun 2019. Penyelenggaraan jasa konstruksi juga tetap mengedepankan protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” katanya, dilansir dari situs Kementerian PUPR di Jakarta, Kamis, 16 April 2020.
Pembangunan atau rehabilitasi ini dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis agar tidak kumuh.
Basuki menyebutkan pembangunan infrastruktur pasar menelan anggaran sebesar Rp1,7 triliun di 27 pasar pada periode 2019-2020, tiga di antaranya yaitu Pasar Legi di Ponorogo, Pasar Benteng Pancasila di Mojokerto, serta Pasar Pon di Trenggalek.
Pembangunan terhadap ketiga pasar itu dilakukan lantaran mengalami kerusakan akibat insiden kebakaran.
Secara detail, rekonstruksi Pasar Legi dilakukan dengan penambahan luas bangunan meliputi pembangunan Gedung A seluas 24.960 meter persegi (m2) yang dapat menampung 2.462 lapak, pekerjaan Gedung B seluas 7.005 m2, dan revitaliasi gedung penunjang seluas 207 m2.
Pembangunan pasar tersebut dilakukan sejak 20 Februari 2020 dengan biaya sebesar Rp133,6 miliar. Saat ini progres fisik pasar mencapai 4,25% dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2020.
Kemudian, revitalisasi Pasar Benteng Pancasila dilakukan sejak 28 Januari 2020. Kementerian PUPR juga memperluas pasar tersebut menjadi seluas 3.400 m2 yang terdiri dari 248 unit kios dengan biaya Rp 11,2 miliar.
Saat ini pekerjaan konstruksi pasar mencapai 10,48% dan ditargetkan rampung pada kuartal terakhir 2020.
Selanjutnya, rekonstruksi Pasar Pon meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan struktural, arsitektural pada lantai 1 dan 2, serta pekerjaan listrik dan mekanikal.
Pelaksanaan pekerjaan listrik dan mekanikal itu terdiri dari trafo, kabel feeder, CCTV, genset, alarm, pemadam kebakaran, AC, instalasi plumbing, lansekap, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pasar dengan luas lahan 12.000 m2 dan luas bangunan 5.800 m2 ini menggunakan APBN sebesar Rp69,3 miliar. Saat ini progres fisiknya mencapai 13,65% dan di targetkan rampung pada akhir November 2020.
“Terbangunnya fasilitas Pasar Pon yang sehat dan higienis akan meningkatkan sarana perdagangan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat sehingga dapat menyokong pertumbuhan perekonomian Kabupaten Trenggalek,” imbuh Basuki. (SKO)
