Bendungan Bintang Bano di NTB Selesai Dibangun Akhir Tahun Ini
- Bendungan Bintang Bano membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 65,84 juta m3 dan luas genangan 277,52 ha. Konstruksi bendungan...

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) terus membangun bendungan maupun embung di berbagai wilayah.
Salah satunya adalah Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan selesai dibangun akhir tahun ini.
“Kunci pembangunan di NTB adalah ketersediaan air. Dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Kamis, 29 April 2021.
Basuki juga mengatakan akan ada pembangunan jaringan irigasi mengikuti bendungan ini. Menurutnya, hal ini akan memberikan manfaat langsung untuk mengairi sawah-sawah petani.
Bendungan Bintang Bano membendung aliran Sungai Brang Rea dengan total kapasitas tampung 65,84 juta m3 dan luas genangan 277,52 ha. Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 72 m, panjang bendungan 497,25 m, lebar puncak 12 m, dan elevasi puncak bendungan +120 m.
Nantinya, bendungan ini akan menghasilkan air baku sebanyak 555 liter per detik serta mampu mengairi lahan seluas 6.695 ha untuk mendukung pertanian di Sumbawa Barat.
- Simpanan Pemda di Bank Tumbuh 11,2 Persen, Jokowi Mengeluh
- Pelindo I Gandeng UREC Bangun Smelter Tembaga di Kawasan Industri Kuala Tanjung
- Demi Lepas dari Middle Income Trap, Pemerintah Jagokan Sektor Manufaktur
Selain itu, adanya bendungan juga memberi manfaat untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) sebesar 8,8 megawatt. Bendungan juga bermanfaat untuk pengendali banjir ulangan periode 25 tahun di Taliwang dengan mereduksi 22% atau setara 647 m3/detik.
Bendungan ini dibangun dalam dua tahap, Tahap I dilaksanakan pada 2015-2019 dengan anggaran Rp 996,7 miliar dan Tahap II pada 2020-2021 dengan anggaran Rp441,4 miliar.
Pembangunan tahap II dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Hutama Karya (Persero)-PT Bahagia Bangun Nusa (kerja sama operasi/KSO). Saat ini, progres fisik sudah mencapai 50,42% dan ditarget rampung pada 31 Desember 2021.
Bendungan Bintang Bano merupakan salah satu dari 13 bendungan yang ditargetkan dapat rampung tahun ini. Hal ini dilakukan untuk mengatasi krisis air selama pandemi COVID-19 dan mengantisipasi bencana yang kerap terjadi.
Direktur Bina Teknik Ditjen SDA Eko Winar Irianto menyampaikan 13 bendungan yang dikebut tersebut adalah Kuningan, Ciawi, Sukamahi, Pidekso, Bendo, Gongseng dan Tugu yang ada di Pulau Jawa. Lalu bendungan Margatiga dan Way Sekampung di Pulau Sumatera.
“Lalu, di pulau Sulawesi, tiga bendungan yang akan diselesaikan yaitu Bendungan Ladongi, Paselloreng, dan Karalloe. Kemudian di Nusa Tenggara Barat yaitu Bendungan Bintang Bano,” ujarnya.
Dengan adanya 13 bendungan tersebut, volume tampungan akan meningkat jadi 728,87 juta per meter dan dapat mengaliri air ke sawah dengan total luas 134.799 hektar. Selain itu, air baku juga akan meningkat menjadi 5,83 meter kubik per detik. (RCS)
