Akibat Isu Keamanan Kendaraan, Penjualan Tesla dari Pabrik Cina Merosot Hampir 50 Persen dalam Sebulan
JAKARTA – Penjualan kendaraan elektrik Tesla dari pabrik Cina dilaporkan merosot hampir 50 persen. Padahal pada April lalu, pesanan kendaraan elektrik dari pabrik Cina mencapai 18.000 unit. Pada Mei, pesanan mobil elektronik Tesla di Pabrik Cina tercatat hanya sekitar 9.800. Akibat menurunnya pesanan kendaraan yang berbanding lurus dengan penjualan kendaraan, saham Tesla turun sebanyak 5 […]

Rizky C. Septania
Author


caranddriver.com
(Istimewa)JAKARTA – Penjualan kendaraan elektrik Tesla dari pabrik Cina dilaporkan merosot hampir 50 persen. Padahal pada April lalu, pesanan kendaraan elektrik dari pabrik Cina mencapai 18.000 unit.
Pada Mei, pesanan mobil elektronik Tesla di Pabrik Cina tercatat hanya sekitar 9.800. Akibat menurunnya pesanan kendaraan yang berbanding lurus dengan penjualan kendaraan, saham Tesla turun sebanyak 5 persen.
Berdasarkan Informasi yang dikutip dari Reuters pada Jumat, 4 Juni 2021 turunnya pemesanan Tesla di pabrik Cina disebabkan lantaran sikap keras regulator Cina terhadap Tesla atas masalah keamanan dan keluhan konsumen.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Situasi bertambah pelik dengan menegangnya hubungan sejumlah perusahaan teknologi Cina dengan Pemerintah Amerika Serikat terkait masalah dagang dan Teknologi.
Padahal, Cina menjadi pangsa pasar terbesar kedua dari Tesla setelah Amerika Serikat dengan menyumbang penjualan sebanyak 30 persen.
Selain itu, pabrik di Cina merupakan manufaktur pertama Tesla yang di bangun di luar Amerika Serikat. Saat itu Tesla mendapat dukungan kuat dari Shanghai pada 2019 ketika membangun pabrik luar negeri pertamanya di sana. (RCS)
