Menkeu AS Sebut Paman Sam Kemungkinan Gagal Bayar Utang pada Juni 2023
- Menteri keuangan AS, Janet Yellen mengatakan bahwa AS kehabisan uang untuk membayar kewajiban keuangannya pada awal Juni mendatang. Kondisi tersebut disampaikan Yellen seiring dengan sulitnya pembahasan mengenai kenaikan plafon utang.

Rizky C. Septania
Author


Ilustrasi utang dalam bentuk dolar Amerika Serikat. / Pixabay
(Istimewa)WASHINGTON - Menteri keuangan AS, Janet Yellen mengatakan bahwa AS kehabisan uang untuk membayar kewajiban keuangannya pada awal Juni mendatang. Kondisi tersebut disampaikan Yellen seiring dengan sulitnya pembahasan mengenai kenaikan plafon utang.
Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin oleh partai Republik pada pekan lalu diketahui memilih untuk menaikkan batasan pinjaman nasional. Namun hal tersebut dilakukan dengan syarat pemotongan drastis anggaran belanja karena pemerintah dianggap terlalu boros.
Inilah yang kemudian menjadi sandungan bagi Presiden Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat.
Mengutip AFP Rabu, 2 Mei 2023, belakangan diketahui bahwa Partai Republik bertekad untuk memperkuat Rancangan Undang-Undang Batasi, Simpan, Tumbuhkan melalui majelis rendah Kongres untuk memperkuat posisi mereka dalam negosiasi dengan Biden yang menolak untuk menyetujui pemotongan pengeluaran.
- BBCA Diproyeksi Catat Pertumbuhan Kredit, Saham Ditarget ke Level Rp10.100
- Samsung Larang Karyawan Menggunakan Chatbot AI
- PLN Raup Laba Rp14,4 Triliun Tahun 2022, Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah
RUU tersebut dikatakan tidak memiliki peluang untuk menjadi undang-undang karena ditentang oleh Demokrat yang kini menjadi pemegang kendali atas Senat dan Gedung Putih. Ironisnya, kebuntuan tersebut telah meningkatkan kemungkinan Kongres dan Gedung Putih mengawasi gagal bayar utang nasional pertama.
"Perkiraan terbaik kami adalah bahwa kami tidak akan dapat terus memenuhi semua kewajiban pemerintah pada awal Juni, dan berpotensi paling cepat 1 Juni, jika Kongres tidak menaikkan atau menangguhkan batas utang sebelum waktu itu," kata Yellen.
Saat ini, Amerika Serikat telah mencapai batas pinjaman US$ 31,4 triliun pada Januari. Terkait hal tersebut, Departemen Keuangan telah mengambil tindakan luar biasa yang memungkinkannya untuk terus membiayai kegiatan pemerintah.
- Bukit Asam Kerek Target Produksi Batu Bara 11 Persen jadi 40,1 Juta Ton Tahun Ini
- 5 Aset Kripto yang Layak Masuk Watchlist pada Mei 2023
- Transaksi Valas Berbalik Positif dan BOPO Turun, Laba Bersih Maybank (BNII) Naik 45 Persen di Kuartal I-2023
Karenanya, jika pagu utang tidak dinaikkan atau ditangguhkan sebelum instrumen yang ada saat ini habis, pemerintah berisiko gagal membayar kewajiban pembayaran, dengan implikasi yang mendalam bagi perekonomian.
"Mengingat proyeksi saat ini, Kongres harus bertindak sesegera mungkin untuk meningkatkan atau menangguhkan batas utang dengan cara yang memberikan kepastian jangka panjang bahwa pemerintah akan terus melakukan pembayarannya," kata Yellen.
Tanggapan Biden
Menanggapi pernyataan bendahara negara akan adanya ancaman gagal bayar utang, Presiden Biden dikabarkan telah menghubungi McCarthy dan mengundangnya ke pertemuan yang diselenggarakan pada 9 mei mendatang bersama dengan ketua Kongres dari Partai Demokrat.
Menurut informasi, Biden melakukan pembicaraan terhadap McCarthy terkait perpanjangan utang nasional dan menghindari gagal bayar.
Di waktu terpisah, McCarthy menuding Biden sebagai penyebab AS gagal bayar utang untuk pertama kalinya. Karenanya, ia meminta Presiden dan Senat bekerja sama untuk segera menerima pemotongan pengeluaran dana guna mencegah krisis.

Drean Muhyil Ihsan
Editor
