IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Sejumlah Saham Ini Layak Dicermati
- JAKARTA – Setelah sempat rebound pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini,...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Setelah sempat rebound pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang besar melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin 29 Maret 2021.
CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks berpotensi bergerak pada zona hijau dengan rentang 6.078 – 6.202. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia yang kuat turut menjadi penopang bagi kenaikan IHSG hari ini.
- Ekspor Mulai Pulih, Ekonomi Vietnam Kuartal I Tumbuh 4,48%
- Untung Rp27,1 Triliun, BCA Sebar Dividen Rp530 per Saham
- PUPR Jaring Usulan PSU Untuk Tingkatkan Kualitas Rumah Subsidi
“Selain itu, masih tercatatnya capital inflow secara year-to-date (ytd) juga masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” tulisnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Senin 29 Maret 2021.
Di tengah penguatan indeks komposit, William merekomendasikan beberapa saham yang layak untuk dicermati. Di antaranya ICBP, ASII, ITMG, BBCA, AKRA, SMRA, dan LSIP.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebut adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG menuju ke resistance terdekat. Hal ini, kata dia, terlihat dari terbentuknya pola upward bar.
Namun, sejumlah indikator menunjukkan hal yang bervariasi. MACD misalnya, telah membentuk pola dead cross di area positif. Sedangkan, stochastic dan RSI telah berada pada area netral.
“Berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance maksimum berada pada 6.081,11 hingga 6.254,33,” ungkap Nafan.
Ia tak lupa membagikan sejumlah menu saham yang menurutnya dapat menjadi pertimbangan investor. Antara lain BSDE, EXCL, GGRM, GIAA, HMSP, serta INTP.
Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 1,19% ke level 6.195,56 pada akhir perdagangan Jumat, 26 Maret 2021. Pada saat itu, sebanyak 248 saham naik, 143 saham terkoreksi, dan sisanya 137 saham stagnan.
Jika diakumulasikan selama sepekan (22-26 Maret 2021), IHSG terperosok 2,45% ke level 6.195,56 dari periode sebelumnya 6.236,16. Hal ini membuat kapitalisasi pasar turun 2,24% dari Rp7,48 triliun menjadi Rp7,31 triliun.
Pada periode tersebut, rata-rata nilai transaksi harian bursa juga susut hingga 6,66% menjadi Rp10,69 triliun dari Rp11,45 triliun pada pekan sebelumnya. Di samping itu, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp791,27 miliar selama sepekan terakhir.
